GORESAN SEORANG AMATIR

Temukan harmoni dalam dirimu

Semakin tumbuh umurnya seseorang, maka rasa ingin tahunya mulai berkurang.

Mengetahui lebih jauh tentang Entrepreneur Thinking

Cara menjadi entrepreneur adalah dengan menggunakan prinsip "be like monkey"

Perbanyaklah ilmu, kelak itu semua akan menolongmu

Segala disiplin ilmu yang ada di dunia pasti akan bermuara ke kondisi khusus

Jangan mudah putus asa

Bila dirimu lelah, ambil wudhu, lalu sholat lah. kapan lagi berbisik ke bumi tapi didengar oleh langit

Mengenal lebih jauh tentang penulis

Alief Karunia, seorang yang selalu bertanya tentang kebenaran dan keberadaan. apakah eksistensi kita sudah memberi manfaat pada dunia lugu ini?

Jumat, 24 April 2020

Tukang Sulap



                                             
Tukang Sulap

Hati-hati dengan pesulap dengan sihirnya
Ia membuat hari mu yang biasa menjadi lebih berwarna
Hati-hati dengan pesulap dengan sihirnya
Ia membuat mu menjadi rupawan sekalipun dengan wajahmu yang buruk rupa
Hati-hati dengan pesulap dengan sihirnya
Ia tak akan membuatmu benci pada  waktu, sekalipun kau tengah menunggunya
Hey!
Hati-hati dengan pesulap dengan sihirnya cinta
Karena aku tlah tertipu olehnya

Makassar, 25 April 2020

Sabtu, 11 April 2020

[Urgent] Review Buku Confession Of an Economic Hitmen


Review Buku Confession Of Economic Hitman
Karya : John Perkins
Halaman : 278 halaman

Populasi penduduk di Amerika 3% dari keseluruhan, namun sumber daya yang dikonsumsi jauh melebihi 30% di dunia -John Perkins

Baik diriku maupun dirimu, tahu bahwa semenjak tumbangnya Uni Soviet pada tahun 1985, menyebabkan Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara Imperium yang sah menguasai dunia. Pencapaian tersebut tidak lain karena turut sertanya para Economic Hitman yang akan kita sebut sebagai EHM kedepannya, dan juga CIA dan invasi Amerika pada masa itu. Dimulai dari menghentikan efek domino dari komunisme yang disebarkan Uni Soviet, dengan menyebarkan paham kapialis di negara ketiga seperti Indonesia, Irak, Iran, dll melalui pergerakan impresif seorang EHM.
Buku ini berisi tentang seorang yang di-edukasi dengan baik oleh salah satu agen NSA untuk menjadikannya seorang EHM dimana tugasnya adalah membuat negara berutang kepada Amerika dengan iming-iming ekonomi makro, membangun industrialisasi, pembangkit listrik, bandar udara, pelabuhan dengan meyakinkannya akan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan diyakinkan oleh ekonometri atau lebih sederhananya yaitu dengan statistik. Buku tersebut berisi kehidupan seorang bandit ekonomi yang menyadari dirinya salah, namun tak bisa berbuat apa-apa dan terus mencari alasan rasional tentang apa yang dibuatnya benar, namun hati nuraninya berkata bahwa ia ternyata salah. Menurut ku dia adalah seorang pengecut, yang menyadari bahwa dirinya pengecut. Namun, label pengecut itu segera sirna setelah mengakui dirinya kepada dunia bahwa ia adalah seorang pengecut melalui pengakuannya di buku yang ia tulis.

Kekayaan Amerika Serikat
Orang-orang intelektual tahu, Amerika Serikat adalah negara kapitalis, bahkan sekarang memiliki Bursa Saham tertinggi di dunia disusul oleh Jepang, China, Francis, dan negara maju yang lainnya. Sumber dari semua kekayaan itu tak lain dan tak bukan adalah hasil dari eksploitasi mereka terhadap negara berkembang dan negara terbelakang. Contohnya seperti ini, mereka mencari sumber daya manusia yang sangat murah, dinegara terbelakang dengan menjadikannya buruh yang dibayar sangat murah, sehingga margin dari produk yang dihasilkan sangatlah menguntungkan. Mereka memanfaatkan kaum-kaum proletar yang tidak memiliki uang untuk bekerja dengan upah minim dibanding tidak bekerja sama sekali.

Paham tersebut memang sangat bertentangan dengan paham Marxisme-Komunisme yang menyadari dengan sistem seperti itu hanya merentangkan jarak antara yang kaya dan miskin. Namun bukan berarti saya setuju dengan paham Karl Marx. Tapi kenyatannya, yang kerap terjadi dengan sistem kapitalis tersebut, mereka hanya membuat orang elite di puncak piramida akan semakin kaya, dan si miskin akan tetap berada di tempat paling bawah dalam hirarki piramida. Profesor pun tahu, ekonomi makro tidak terlalu berdampak pada orang miskin di pinggir jalanan sana, mereka tetaplah kelaparan dan orang kaya semakin menumpuk hartanya, mereka semua menutup mata akan fakta ini, agar terus membangun industri yang mencemar. Fakta lainnya yang tertulis dibuku pun terdapat 24.000 orang yang meninggal setiap harinya, sehingga data tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan buruh yang sangat murah. Terdapat satu fakta unik lainnya bahwa pada tahun 1990an Amerika menggelontarkan dana Trilyunan Dolar dalam setahun yang dimana jikalau dana tersebut digunakan dapat menutupi kebutuhan orang miskin dan kelaparan di dunia sana, sungguh sangat ironi.

Pekerjaan Para Economic Hitman

Para Economic Hitman telah diawasi oleh NSA (National Security Agency) sebelum menjadi seorang EHM, mereka dilihat dari kemampuannya dalam beradaptasi dengan situasi susah seperti John Perkins yang telah bisa hidup di hutan hujan di ekuador selama 3 tahun, bahkan dia didatangi oleh eksekutif tinggi perusahaan MAIN (perushaan swasta konsultan terkait analisis investasi) untuk menganalisa perkembangan ekonomi di ekuador di tahun ke 2 nya menjadi relawan di hutan andes dibawah organisasi nirlaba peace corps. Setelah menyelesaikan laporannya, dia secara sah direkrut oleh MAIN, dan semua itu bagaikan kebetulan yang terencana. Ketika bekerja di MAIN pun dia mendapatkan pelatihan intensif oleh seorang wanita berparas cantik bernama Claudine, yang langsung mengatakan bahwa sekali kau terlibat didalam sini, maka kau tak akan bisa keluar, kau akan menjalani kehidupan sebagai seorang EHM. Tugasmu adalah untuk membuat laporan palsu, untuk meyakinkan negara agar membuat surat obligasi (utang) dalam jangka besar, namun mereka tahu negara tersebut tidak akan dapat melunasi hutangnya sehingga negara yang terlilit utang akan patuh terhadap kepentingan Amerika, ditaklukkan secara imperialisme.

Cara yang digunakan untuk membuat laporan palsu adalah, dengan menggunakan pendekatan ekonometri, yaitu bidang studi yang menggabungkan ekonomi, matematika, dan statistik. Namun statistik berperan banyak dalam studi ini. Saya ingin memberitahu tentang bahaya nya statistik. Terdapat tiga kebohongan di dunia, yang pertama kebohongon goblok, kedua kebohongan cerdik dan yang terbesar adalah kebohongan statistik. Contoh kebohongan pertama adalah kebohongan yang sangat konkret, seperti seseorang yang telah memakan hamburger namun terdapat sisa daging di sela giginya dan mengatakan bahwa dia tidak memakan hamburger sebelumnya. Lalu kebohongan cerdik ialah kebohongan yang menghilangkan bahkan memalsukan barang buktinya. Seperti orang yang menjual sepeda motor danmengatakan sepeda motor ini baru, buktinya speedometer jarak yang ditempuh masih sekitar 50KM padahal, sebelum dia menjual motor tersebut, motornya diganti speedometernya dan dipollish agar kelihatan seperti baru. Namun dengan statistik, orang dapat mengubah bentuk kebohongan menjadi kebenaran yang sah, contohnya orang yang menjual motor harley berumur 1 tahun sejatinya adalah motor bekas. Namun dengan membuat qusioner terhadap user motor harley, namun karena keunikannya dan diferensiasinya orang-orang mengisi dan menganggap bahwa motor harley yang berusia 1 tahun masih tergolong baru, sehingga dengan membuat analisa statistik tersebut orang-orang menanggap motor tersebut baru padahal tidak. Itulah bahayanya statistik, mengaburkan pandangan natara mana yang benar mana yang salah.

Para EHM pun ditargetkan untuk mengeksploitasi negara yang sumber dayanya berlimpah, apalagi tentang minyak. Indonesia adalah target pertama Amerika di Asia Tenggara demi mencegah efek domino dari komunisme dan juga untuk menyelamtkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi, padahal hanya ingin mengeksploitasi. Usaha tersebut pun berhasil dengan mengatakan pertumbuhan listrik pertahun selama 25 tahun kedepan akan meningkat 19% tiap tahunnya den berhenti di angka sekitar 15% di tahun 20-an. Namun faktanya pembangkit listrik yang dibangun di Indonesia 60% lebih mahal daripada di filipina dan 200% lebih tidak efisien dibanding dengan yang ada di Amerika. Investasi tersebut hanya membuat kantong elite politik di Indonesia semakin kaya, dan membiarkan Amerika semakin berkuasa dan kaya dengan sistem kapitalisnya. Sekali lagi, dengan sistem tersebut mereka mendapatkan sumber daya manusia dengan upah yang sangat minimum, yang notabenenya sama dengan istilah budak namun secara halus disamarkan dengan kata buruh.

Para EHM juga dibuat tutup mata, terkait impact-impact terkait budaya, lingkungan, dan sosial. Mereka menetapkan bahwa investasi tersebut layak dan tidak mempertimbangkan akibat lingkungan yang mebuat lokasi sekitar industri semakin merusak alam, memudarkan budaya, dan mengurangi interaksi sosial. Para EHM hanya bisa diam dan disogok dengan jumlah uang yang begitu besar dengan insentif yang besar pula. Para EHM tidak dipekerjakan oleh pemerintah, namun oleh perusahaan swasta, agar ketika terjerat kasus, pemerintah tidak akan menanggung bebannya. Sang penulis John Perkins pun setelah pensiun dari EHM walau sempat berfikir bahwa akan ada org yang lebih buruk dari dia kalau dia meninggalkan EHM, dia sempat membuat perusahaan energi dengan mempertimbangkan dampak lingkungan sekitar, mengolah limbah untuk menjadi sumber bahan bakar, namun kesuksesannya dalam membuat perusahaan dibantu oleh jasanya sebagai seorang EHM dulu, bahkan perusahaan yang dibuat dibebaskan dari pajak agar tidak membocorkan rahasia pemerintah sebagai EHM. Pada akhirnya perusahaan yang dibuatnya pun dijual karena ditawarkan kerja sebagai konsultan EHM lagi, setelah menjual perusahaan, John Perkins juga membuat organisasi nirlaba untuk membantu para-para korban dari (corporactoracy) yakni kekuasaan global, bank dunia, korporasi, dan pemerintah. Di tengah keaktifannya di organisasi tersebut John Perkins tetap melanjutkan bukunya namun behenti karena disuap dan diancam oleh para bosnya. Tentunya sebagai manusia biasa dia takut diancam dan menerima suap yang begitu besar.

Jika Para EHM Gagal

Tak jarang para EHM gagal dalam menjalankan misinya, contohnya di Iran, Irak, Ekuador, dan Panama. Iran adalah negara yang cermat membaca pergerakan corporactoracy Amerika dalam melibatkan utang yang tak mungkin dibayar sehingga Iran dapat dengan cerdik menghindari pergerakan Amerika. Panama dibawah kepemimpinan karismatik dan merakyat nya Omar Terrijos pun menghindari Globalisasi kapitalis Amerika, dengan tidak beralih ke komunis namun tidak melawan ke Amerika Serikat juga. Ekuador dibawah kepemimpinan Presiden pertama Jaime Roldos yang menyadari bahwa Amerika adalah sumber kemelaratan ekuador, yang membuat ekuador bergantung penghasilan oleh minyak bumi, bahkan 3% orang di Ekuador memiliki tanah sebanyak 70% yang ada. Itu semua karena sistem corporactoracy yang dibuat oleh Amerika Serikat. Juga Iran dibawah pimpinan Saddam Husain yang membuat Amerika gagal mendapatkan sumber minyak yang bahkan lebih banyak daripada stok yang dimiliki oleh Arab Saudi, juga Venezuela.

Para Jackal atau orang suruhan CIA lah yang bergerak dalam memerangi mereka yang menolak tawaran EHM, mereka semua akan mati dalam konspirasi atau asasinasi oleh rencana yang dibuat oleh CIA. CIA adalah ancaman nyata yang eksistensinya tidak semata dongeng anak-anak atau cerita di Holoywood. Mereka adalah orang yang bergerak dibalik pemerintah yang menolak kemauan Amerika Serikat. John Perkins pernah mendapatkan berkas CIA selama menjadi EHM di MAIN, rencana untuk menggulingkan kepemerintahan Mossadegh di Iran dan digantikan oleh pemimpin diktator shah Iran yang baru, dimana dia adalah Boneka Amerika dan saya baru mengetahuinya setelah membaca buku ini. Juga Omar Terrijos yang meninggal dalam pesawat dalam perjalanannya menuju kediamannya setelah menolak EHM, Jaime Roldos pun mengalami hal serupa. Hidup itu menyedihkan, karena kebenaran selalu berjalan dengan kematian. Bagiku mereka tidak kalah, justru mereka menang ketika mereka kalah. Orang-orang membuka mata terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Amerika Serikat, tidak mungkin dalam satu tahun 2 pemimpin meninggal dalam kecelakaan yang serupa.

Apa Yang Dapat Kita Lakukan  ?

Langkah yang benar yang diambil oleh seorang John Perkins untuk mengungkapkan kepada dunia terkait EHM dan corporactoracy dengan pengakuannya. Dunia telah dibuat gempar oleh buku yang ditulis olehnya. Namun lebih anehnya lagi, buku tersebut terbit di Amerika Serikat itu sendiri. Saya yakin bahwa masih terdapat banyak rahasia yang tidak bisa diungkapkan oleh beliau, bahkan mungkin terdapat pesan tersirat atau kalimat yang tidak harus kita telan mentah-mentah. Seperti IMF dan Bank Dunia, dari narasi ceritanya dia mengatakan bahwa IMF dan Bank Dunia tersirat adalah teroris ekonomi, sebagai channel untuk memberi persetujuan peminjaman internasional kepada negara yang bersangkutan. Namun ditulis dalam kesimpulan IMF adalah orang baik, namun menurutku tidak hahah.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan sebagai rakyat yang menentang hal itu? Saya sendiri telah menonton solusi yang ditawarkan oleh John Perkins pada sesi seminarnya dalam TedTalk di web berikut


Solusi pertama ialah, transparansi. Sekarang transparansi sangatlah mudah, apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi. Demokrasi sangat bergantung dengan transparansi agar rakyat sadar kebijakan pemerintah betul-betul berorientasi kepada masyarakat, tak peduli kalangan atas maupun kalangan bawah. Search it, and spread. Look after story behind story, trnasparency. Itulah kata yang dikatakan oleh John Perkins

Solusi kedua adalah buatlah suatu komintas atau bergabunglah kesuatu komunitas yang dapat ber-impact terhadap peraturan daerah, seperti LSM atau yang lainnya. Dengan begitu, mereka akan mempertimbangkan teknologi mutakhir yang membuat perusahaan tidak semena-mena dalam mencemarkan polusi

Solusi Ketiga ialah dengan membuat korporasi sadar, bahwa mereka harus membuat dan membangun public interest. Sederhanya, ini seperti CSR. Kata John Perkins, teruslah mention, mengirim email, buat korporasi membangun kehidupan di sekitarnya, buat mereka membayar pekerja dengan upah yang layak, buatlah ekosistem yang win0win solution dengan masyarakat pungkas Pria Mantan EHM itu. Tidak harus beralih ke komunis, dengan sistem kapitalis yang terus berevolusi tersebut kita bisa menciptakan dan mengurangi kesengsaraan yang ada di bumi

Bonus dari saya, solusi yang saya tawarkan adalah terlibatlah dalam pemangku kepentingan negara, jadilah orang besar yang dapat memengaruhi sistem pengambilan keputusan Indonesia. Masuk didalamnya dan ubah dari dalam. Tapi ingatlah, jangan sendirian karena kamu akan tergerus oleh godaan hutang, uang dan rasa takut. Buatlah lingkaran pertemanan agent of change. Menurutku, fungsi Agent of Change terlalu berat jika hanya difokuskan ke mahasiswa, kita sebagai insan dewasa dengan kematangan berpikir dan bernalar seyogianya dapat mengubah negara kita ke arah yang lebih baik

Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan, Sekian SALAM GORESAN AMATIR

AKR
Makassar, 12 April 2020

Selasa, 07 April 2020

Akhir Hidup

Kenyataannya, kita tahu bahwa akhir hidup itu menyedihkan

Dimana kebenaran selalu beriringan dengan kematian

Konsistensi keburukan akan selalu berlindung dibalik naungan kekuasaan

Keserakahan berteman akrab dengan kekayaan

Pada akhirnya kita hanya akan tahu bahwa kita tidak tahu apa apa

Orang yang paling bijak menyadari bahwa tidak ada akan pernah ada manusia yang adil

Orang-orang miskin akan selamanya tetap miskin

Orang-orang kaya tidak akan pernah hilang kekayaannya

Kita selalu menciptakan solusi dan masalah baru

Kita adalah pembuat onar!

Sungguh menyedihkan,  melihat akhir hidup kita yang menyedihkan.

Apa kah arti hidup kita sebenarnya? Manusia hanyalah hewan yang berpikir dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Tidak ada yang patut disombongkan melainkan menjadi hamba yang patuh kepada-Nya.

Pada akhirnya,  kita bukanlah apa-apa

AKR
7 April 2020

Sabtu, 04 April 2020

Apakah Ini Alam Bawah Sadar Saya?

" Segala sesuatu yg sadar apabila menghilang akan bersatu menuju alam bawah sadar" - Sigmund Freud

Faktanya,  sebagian kecil dari manusia adalah alam sadarnya,  ibarat analogi teori gunung es, sebagian besar yang tersingkap baik itu sikap dan pikiran pada manusia itu berada di alam bawah sadar. Namun kita sendiri yang menyimpannya dalam-dalam ke alam bawah sadar agar tidak menerobos masuk ke alam sadar kita. Katanya,  bahwa semakin banyak hal buruk atau kenangan buruk yang kita simpan di alam bawah sadar,  semakin tidak baik terhadap kesehatan jiwa kita sendiri.  Karena memori buruk itu ibarat luka yang sukar untuk sembuh,  namum kita mencoba menghilangkannya dengan lupa dan menaruhnya dalam-dalam ke alam bawah sadar. Semakin banyak memori buruk yang kita simpan,  suatu waktu alam bawah sadar akan terus memberontak dan menerobos menuju alam sadar kita--- dan itu sangat tidak baik untuk kesehatan jiwa. Makanya dlu sigmund freud membuka terapi,  dengan menyuruh pasien untuk menelusuri alam bawah sadar mereka dan menerina dgn ikhlas memorinya,  mengingat dengan jelas detailnya,  hingga pasiennya sudah tidak merasakan sakit sama sekali. 

Baru-baru ini pun saya mimpi,  secara teori bahwa mimpi pun salah satu pintu alam bawah sadar yg selalu memberontak masuk ke alam sadar. Lebih uniknya lagi,  apa yang saya mimpikan masih bisa saya ingat secara gamblang di pikiran saya ketika terbangun. Bahkan saya menulis isi pikiran saya ketika terbangun, apakah ini hal yang bagus atau hal yang buruk? mungkin inilah rasanya mendapat inspirasi dari mimpi,  atau alam bawah sadar saya menunjukkan kepadaku puisi yg sangat ingin kutulis namun telah kulupakan. Jadi saya mulai berpikir,  apakah alam bawah sadar baik untuk disusuri? 

Ada dua kasus alam bawah sadar yang saya tahu yang bisa kita ambil pelajaran darinya. 

Kasus pertama adalah seorang anak yang belum mampu menahan pikirannya, contohnya adalah saya sendiri sewaktu masih kecil, waktu berkunjung ke rumah mantan pejuang di kota bandung. Orang tuaku pernah berkata kakinya hilang satu, tp jgn tanya kakinya hilang kemana,  karena gak sopan bertanya begitu ke orang yg baru dikenal. Akhirnya sayapun menaruhnya ke alam bawah sadar saya agar saya tidak mengeluarkannya ketika berbicara dengan mantan pejuang itu. Namun namanya juga masih anak-anak,  ketika saya bertemu sang pejuang saya malah keceplosan bertanya "ih dimana satu kaki ta?" inilah salah satu contoh,  apabila kita menaruh sesuatu di alam bawah sadar, hati saya secara tidak sabaran ingin mengeluarkan itu dengan rasa begitu gelisah,   dan itupun baru satu hal yang tersimpan di alam bawah sadar ketika kecil. Namun, di jaman 18-19 Masehi para seniman francis malah tertarik untuk mendalami alam bawah sadar,  karena disitulah letak seninya. Mereka melukis dan menulis sesuatu dengan tanpa berpikir,  karena seni sesungguhnya itu seperti ilham,  yang datang dengan sendirinya. Sebagian besar hal-hal kreatif yang berhubungan dengan alam ide dan common sense pun rata-rata didapatkan dalam alam bawah sadar sehingga alam paling kreatif adalah alam bawah sadar. 

Namun, apabila kita dapat mengontrol dengan bebas alam bawah sadar kita, hal itu juga perlu diiringi oleh agama,  yaitu penentu kebijakan. Karena alam bawah sadar itu liar,  apalagi dalam hal hawa nafsu,  kalau kita membiarkan alam bawah sadar kita menstimulus, untuk menyukai seseorang lalu menghalalkan segala cara untuk melakukan hal yg tidak terpuji? Disitulah akal kita berperan sebagai penyaring dalam hal moral,  etika, dan agama. Otak kita mengkaji secara aksiologi tentang kualitas nilai abstrak yang telah kita tahu. 

Mungkin ini saja yang ingin kutulis,  apakah salah satu dari pembaca juga pernah mengalami,  bahkan sudah bisa mengontrol alam bawah sadar sendiri?

Mohon maaf apabila kekurangan,  karena itu semua dari saya,  sekian~

Salam goresan amatir
AKR
5 April 2020

Jumat, 20 Maret 2020

Ditutupnya Tempat Ibadah Sebab Virus Covid-19


Pandemi Covid-19 telah menyebar ke 152 negara, salah satunya adalah Indonesia. Virus tersebut telah mengganggu kelangsungan hidup manusia, baik dari ekonomi, politik, social, kesehatan, bahkan agama pun kena imbas dari virus jahanam ini. Disini penulis mau membahas ke tema agama saja biar pembahasannya tidak melebar, dimana penulis tidak tahan lagi karena melihat banyak orang yang gagal paham terkait surat edaran pemerintah untuk menutup tempat ibadah selama 14 hari.

BANYAK ORANG YANG LEBIH TAKUT DENGAN VIRUS, KETIMBANG KEPADA TUHAN
Sungguh saya merasa  sedih ketika mendengar statement seperti ini, kalimat tersebut selalu didengungkan baik yang tersebar di sosial media maupun di para kalangan pemuda dan orang tua. Bukan berarti berlindung di rumah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 itu mengisyaratkan bahwa kita lebih takut kepada virus ketimbang kepada tuhan, namun keputusan dari MUI dan Pemerintah sendiri itulah salah satu kuasa tuhan untuk mencegah maraknya penyebaran virus Covid-19. Bukankah kita disuruh untuk mentaati perintah pemimpin sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an : Taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu (An-Nisa : 59). Toh dalam hukum syariat juga sholat Jum’at itu hukumnya lebih mengarah ke Sunnah Muakkad daripada mengarah ke wajib, dimana bila terdapat udzur telah gugur kewajiban kita, atau kita telah diberikan kemudahan dalam beribadah.
Ada sepenggal kisah anekdot tentang seorang pemuda di lautan, begini ceritanya :

One day, a man was drowning in the water
And a boat came by and said “do you need any help?”
He said, “no thank you, god will save me”
Then another boat came by, said “do you need any help?”
And he said “no thank you, god will save me”
Then he drowned, and he went to heaven and he Said “God, why didn’t you save me?”
And god said “I sent you two big boats you dummy”

Source : line

Anekdot tersebut sangatlah pas dengan kondisi kita saat ini, dimana orang-orang terus berteriak dengan lantangnya “virus itu hanyalah mikroba yang kecil, apalah dia dibandingkan dengan kebesaran tuhan”  “virus itu datangnya dari tuhan, jadi kita harus lebih takut ke siapa?” dan berbagai kata kepahlawanan lainnya. Di satu sisi pernyataan yang disebut diatas memang benar, namun sebagai manusia yang merdeka oleh akal, kita harus bersifat rasional dan memahami hakikat dari kebenaran itu sendiri. Contohnya, bagaimanapun kita percaya dengan tuhan, namun tidak diiringi oleh perbuatan seperti dengan sengaja mencelupkan tangan kita ke dalam larutan kimia yang berbahaya, tentunya tangan kita akan tetap terluka walaupun berdoa sebanyak mungkin, dan takkan selalu ada keajaiban. Begitu pula dengan keadaan saat ini, dimana kita harus menjaga diri dengan menjauhi keramaian.

Lebih lucunya lagi, timbul polemik di masyarakat bahwa pemerintah hanya ingin menghambat keimanan orang islam, virus ini adalah sebuah konspirasi yakni senjata biologis untuk membunuh manusia. Begitu pendeknya pemikiran masyarakat kita, bukankah  kata Socrates kita harus kritis dalam memikirkan sesuatu? Janganlah kita terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mari kita realistis saja dalam hidup yang begitu pilu ini, mari hadapi kenyataan dan melakukan tindakan pencegahan se-efektif dan efisien mungkin. Bahkan orang-orang meragukan kapabilitas para ulama MUI  dalam menutup tempat ibadah dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran virus. Para ulama tidak akan sewenang-wenang dalam mebuat keputusan, pastinya mereka adalah orang yang memiliki kapasitas dalam ilmu dan pengetahuan terkait ushulul fiqh dalam islam, mungkin karena banyak dari kita yang tidak bisa membedakan antara Ulama dan Abid. Sehingga dari mereka banyak yang menentang ijtima’ dari ulama itu sendiri. Mari kita ketahui lebih jauh perbedaan ulama dan abid

Perbedaan Abid dan Ulama
Terdapat dua jenis manusia yang alim dalam islam, pertama adalah seorang abid dan yang kedua adalah seorang ulama, Abid adalah seorang ahli ibadah, yang dimana seorang abid banyak memiliki pengetahuan tentang ibadah-ibadah yang harus dilakukan, orang yang kuat dan banyak ibadahnya, namun ibadah yang ia lakukan tidak didasari ilmu syariat. Sedangkan ulama, dari kata alim yang artinya mengetahui, ialah orang yang memahami dengan baik dan mumpuni, pengetahuannya dipraktekkan dalam sikap, perilaku serta ibadahnya dikesehariaannya (Toyo:2017). Disini saya hanya ingin menyarankan kepada para pembaca untuk mempercayai seorang yang alim, bukan seorang abid yang beribadah mengikuti kata hati, naluri, atau hanya ikut-ikutan saja. Teman-teman kita yang baru hijrah belum tentu seorang ulama, lantas kita sebagai manusia cerdas harusnya paham dan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus tersebut

LANGKAH YANG HARUS DIAMBIL
Memang benar, bahwa kita boleh takut tapi jangan panik, menutup tempat ibadah yang identik dengan tempat ramai bukan satu-satunya solusi dalam mencegah penyebaran virus, boleh jadi pemerintah membuat kebijakan untuk menscan tiap orang yang mau masuk masjid agar tidak terjadi penyebaran virus, menyediakan handsanitizer di tiap sudut masjid, atau dengan menyarankan para jama’ah untuk tidak bersalaman, kalaupun bersalaman sebaiknya segera mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah sama sekali. Namun  dengan refleksi bahwa kita belum punya teknologi untuk mendeteksi virus Covid-19 ini, satu-satunya langkah yang paling tepat ialah dengan menutup sementara akses ke keramaian, termasuk tempat ibadah. Apalagi  penyebaran virus dengan mudahnya ditularkan oleh lewat perantara udara saja, yang membahayakan kita semua khususnya kepada para orang tua dan lansia. Mari kita tanamkan rasa percaya kita kepada yang ahli, baik para ulama, tenaga medis, dan pemerintah dalam mengatasi epidemic jahanam ini. Toh yang diuntungkan kedepannya adalah kita sendiri, jangan sampai ke-egoisan kita sendiri lah yang menghambat usaha usaha mereka yang berjuang mengatasi virus Covid-19. Mungkin ini saja yang bisa saya tulis, kalau ada kurangnya itu berasal dari saya, dan kalau ada kurangnya lagi itu berasal lagi dari saya yang fakir ilmu

Salam Goresan Amatir!
AKR
20 Maret 2020

Kamis, 12 Maret 2020

Mengenal sisi gelap MLM : Multi Level Marketing


Multi Level Marketing (MLM) : Strategi Distribusi Yang Menyimpang

Halo semuanya, sudah sekian lama saya tidak menulis insight terkait bisnis dan pemasaran, mungkin karena penulis lagi dimabuk sastra sebelumnya hahahah. Disini saya akan mengulas tentang salah satu bisnis yang mungkin paling dihindari atau mungkin harus kita hindari. Karena baru-baru ini saya mendengar bahwa bisnis MLM yang dijalankan oleh ***** sedang stagnan dan tinggal hitungan waktu akan bangkrut. Orang tersebut juga saya baca di twitter akan dituntut akan bisnis yang dimulainya tersebut. Maka dari itu langsung saja kita mengenal sisi gelap dari MLM itu sendiri. Marikidiiii' 

Perkembangan bisnis terus saja mengejutkan bagi warga masyarakat Indonesia, dewasa ini revenue stream bisa dalam berbagai bentuk, tergantung dari kreativitas manusia yang menjalankan. Salah satunya adalah MLM yang sering dikaitkan dengan bisnis prospek. Dalam aktualnya, MLM lebih sering dikaitkan dengan strategi efisiensi dan efektifitas dalam pemasaran alih-alih dikaitkan dengan efisiensi distribusi.

Salah satu jenis bisnis yang kian mewabah khususnya di Indonesia ini adalah MLM (Multi Level Marketing), istilah ini pertama kali saya dengar ketika saya menginjak 16 tahun di bangku kelas 2 SMA tahun 2014. Perkara tersebut ramai diperbincangkan baik dalam meme, twitter, forum kaskus, dan media informasi lainnya. Hingga saya pun ditawari dan merasakannya secara  langsung oleh teman SMA saya yang juga berbisnis MLM dan untungnya saya tidak mau. Alhasil dagangannya tidak laku hahahah. Bisnis MLM kian identik dengan Product Life Cycle nya tren selama rentang 1-3 tahun lalu meredup dan bangkrut. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Originalitas Manajemen Distribusi

Sebenarnya MLM dilahirkan dari strategi Distirbusi konvensional, pengganti sistem distribusi yang dinilai masih bisa dikembangkan dan menghemat biaya operasional. Namun kenyataannya strategi tersebut tidak dapat disempurnakan sebagai strategi yang efisien dalam jangka waktu panjang. Mengapa begitu? Pertama-tama mari kita bahas terlebih dahulu  peranan dan fungsi Supply Chain Management (SCM) yaitu Manajemen Rantai Pasok, yang mengatur alur perpindahan produk baik itu dari bahan mentah hingga menjadi barang jadi yang akan sampai ke Costumer atau End User. Tak bisa dipungkiri memang benar bahwa hampir 50% biaya yang dikeluarkan perusahaan adalah biaya distribusi, sehingga menjadi PR nomor wahid yang dimiliki setiap perusahaan bagaimana caranya melakukan efisiensi dalam mendistribusikan produk. Dewasa ini, salah satu solusi yang efektif dalam mendistribusikan produk dengan menggunakan jasa 3PL (Third Party Logistic) yaitu menggunakan pihak ketiga atau luar, bisa juga vendor baik itu swasta maupun anak perusahaan dalam mengatur strategi dan efisiensi dalam mendistribusikan produk. Hampir seluruh perusahaan menggunakan sistem 3PL agar perusahaan dapat fokus dalam proses bisnisnya dan fokus terhadap penjualan.

Salah satu strategi bisnis yang pasti diketahui oleh manager pemasaran adalah, bagaimana caranya agar produk kita tersebar luas dan merata kepada geografis yang membutuhkan, yang menjadi target pasar kita. Jangan sampai terjadi kesenjangan antara promosi iklan yang bertubi-tubi, namun produk yang dipasarkan tidak dapat dijangkau oleh para pembeli. Maka dari itu fungsi dan peran yang terjadi dalam proses distribusi barang secara holistik dari hulu ke hilir tidak akan luput dari yang namaya Produsen-Distributor-Konsumen. Philip Kotler (2003) menyatakan bahwa cara yang dapat dilakukan untuk menggerakkan Distribusi produk dengan mekanisme sebagai berikut

Produsen – Distributor - Sub Distributor – Wholesaler – Retailer - Konsumen

Namun pada masa sekarang, banyak yang menganggap mekanisme tersebut sudah dianggap tidak efektif lagi karena akan memuat waktu yang lama, gradasi produk, dan biaya yang relatif tinggi. Sehingga banyak produsen yang memilih untuk memutus rantai distribusi distribusi, dengan menghilangkan fungsi distributor, sehingga ketika sampai di wholesaler harga menjadi lebih sedikit murah. Namun bagaimana jika terdapat ratusan hingga jutaan wholesaler di penjuru lokasi pemasaran? Apakah akan diantar satu persatu? Tentunya perusahaan tidak dapat menghandle itu semua dan tidak memiliki armada yang cukup untuk mendistribusikannya, sehingga peran distributor pada akhirnya akan tetap menjadi ada, siapapun pelakunya. Distributor pastinya akan selalu ada dalam peranan Rantai Pasok Produk.  Walaupun benar bahwa rantai pasok sudah sejatinya seperti itu dari dulu, harga yang dipangkas tidak bisa dengan menghilangkan peranan distributor itu sendiri. Satu satunya solusi adalah dengan integrasi transportasi dan proses pembuatan rute yang kian rumit, karena transportasi akan melewati jalan umum dan kondisinya tidak bisa diramal dengan pasti.

Rantai Pasok sendiri pada umumnya begitu panjang dan beragam, seperti bisnis snack-snack yang mengalami perpindahan tangan yang panjang hingga bisa sampai di tangan konsumer (contoh snack taqychan) juga menurut para ilmuwan bahwa proses distribusi bahan pangan, merupakan rantai distribusi terpanjang yang ada, oleh sebab itu, produk komoditas yang dibeli dari petani itu bisa meningkat bahkan hingga 500% ketika sampai di tangan end user/customer.  

Namun seiring berjalannya waktu ada orang yang berhasil membuat strategi baru dalam mendistribusikan produk, bahkan dalam taktik marketing pun tidak dibutuhkan promosi sehingga biaya operasional yang dibutuhkan dalam proses pemasaran dapat dihemat dalam jumlah yang besar.


Pendisribusian Singkat Produk MLM ( Multi Level Marketing)

Nama MLM ini sejatinya bukanlah sebuah bisnis, namun strategi distribusi. Namun karena keunikan dari sistem distribusi yang secara tidak langsung juga mencakup fungsi marketing tersebutlah yang membuat namanya kerap dihubungkan dengan bisnis prospek MLM. Bisnis MLM dioerientasikan untuk menghemat biaya distiribusi. Dalam buku Aplikasi Strategi Perang Sun Tzu Dalam Pendistribusian Produk yang ditulis oleh Frans M Royan (2005) dijelaskan bahwa orang pertama yang mengenalkan strategi MLM adalah Rich De Vos dan Steve Van Handel, pendiri Amway Corporation di Amerika yang memulai bisnis dengan sistem MLM. Apa yang menarik dari bisnis dua sekawan itu dengan distribusi produk? Secara konvensional dan originalitas produk didistribusikan oleh Produsen – Distributir – Sub Distributor – Wholesaler – Retailer – Konsumen. Namun dengan cerdik dua sekawan tersebut memiliki taktik dan inisiatif, mengakali rute tersebut dengan memangkas tangan distribusi dari Produsen langsung ke Konsumen saja. Terlebih lagi, para konsumennya itu dijadikan sebagai bagian yang mendistribusikan produk. Dengan kata lain, dalam MLM konsumen sekaligus menjadi distributor.

Hal tersebut berlaku efektif dan efisisien, karena sejatinya bentuk promosi yang baik adalah dengan menggunakan kabar dari mulut ke mulut, atau dalam strategi perang china disebut kabar burung. Baik dari sisi marketing yang dapat membuat produk menjalar dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan memotong jalur distributor sehingga barang yang sampai ke tangan konsumen menjadi lebih eksis tanpa promosi yang berlebihan, di sisi distribusi pun akan tercapai karena produk tersebut akan tersebar luas layaknya domino yang berjatuhan, selama produk yang diberikan berkualitas bagus. Apalagi semakin banyak menjual akan semakin banyak komisi yang didapatkan selayaknya yang kita kenal MLM dengan baik. Strategi tersebut diapresiasi dengan baik diawal kemunculannya karena dikira strategi yang inovatif dan menjawab permasalahan yang ada.


Kehancuran dari sistem MLM

Namun berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, strategi tersebut tidaklah efektif bahkan dianggap cacat oleh sebagian ilmuwan yang berkecimpung dalam dunia distribusi, seperti Hermawan dan Siswanto menolak dengan keras bahwa strategi tersebut adalah solusi dari permasalahan yang ada. Kita sendiri tahu bahwa sudah banyak produk MLM yang kita kenal hanya memiliki jangka waktu produk yang sangat singkat, bahkan hanya berlangsung dalam hitungan satu sampai dua tahun sehingga akhirnya tidak ada kabarnya lagi. Hal tersebut dikarenakan sistemnya dari konsumen ke konsumen, konsumen itu sendirilah distributornya, sehingga membentuk pola rantai distribusi yang baru, menjadi Produsen-Konsumen-Konsumen-Konsumen 1- Konsumen 2 – Konsumen 3 - …….. Konsumen n. Telah terjadi perpanjangan tangan dalam sistem distribusi sehingga terbentuknya distributor dan sub-sub distributor lainnya sehingga membuat produk menjadi relatif mahal seiring bertambahnya waktu. Walaupun produk tersebar secara merata dan melebar, tak bisa dipungkiri bahwa distributor menjadi tersebar tidak merata dan menjadi tidak seimbang dengan penjualan yang diinginkan, contohnya di tengah rantai sub-distributor akan ada Distributor besar lainnya yang penjualannya lebih besar dari sub-distributor sebelumnya, hingga akhirnya pembebanan komisi tidak berlangsung secara adil. Tidak sampai situ, strategi tersebut berubah orientasi, dari penjualan produk menjadi penjualan konsumer, target dari penjualan sudah melenceng sehingga tidak menganut konsep costumer need lagi.  Sehingga pelaku bisnis fokus mencari orang alih-alih menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Acapkali pelaku bisnis MLM melakukan pencarian member baru untuk dijadikan distributor produk ke bawah, sehingga akan terjadinya sebuah inkoheren fungsi distributor dengan produk yang dijualnya. Akibat dari orientasi yang bergeser itu pula, akan terjadi sebuah money game demi mendapatkan komisi dari pihak produsen yang membuat aliran produk tidak sepenuhnya berjalan lancar. Kita sendiri tahu,  bahwa tujuan dari bisnis itu untuk memuaskan pelanggan,  memenuhi permintaan dan kebutuhannya. Lebih baik meninggalkan usaha yang tidak betul-betuk dibutuhkan oleh calon costumer.

Kita telah melihat berbagai produk MLM seperti Propol*s, M*MI1, Kl*rofil, Paytr*en dan banyak bisnis MLM lainnya yang tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang dikarenakan mekanismenya yang cacat. Bahkan tak sedikit mahasiswa ekonomi dan lulusan ekonomi pun yang terjerat dalam menggiurkannya bisnis tersebut. Padahal fungsi pemasaran itu berfokus terhadap produk dan kebutuhan,  bukan untuk orang yang dibohongi dan di iming imingi harta demi mendapatkan member baru. Semoga bisa tercerdaskan setelah membaca tulisan saya, mohon maaf atas kesalahan redaksi kata yang telah tertulis. Sang penulis sekiranya tidak akan berhenti untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Mari kita berpikir cerdas dalam kehidupan kita dalam mensejahterahkan manusia. Akhir Kalam

Salam Literasi
Salam Goresan Amatir

AKR, 12 Mar. 2020

Senin, 09 Maret 2020

Review Buku - Dunia Sophie


Review Buku – Dunia Sophie
Karya : Jostein Gaarder

Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran selama 3000 tahun, dia hidup tanpa memanfaatkan akalnya – Goethe

Inilah dia, Dunia Sophie. Novel setebal 800 halaman yang sangat tidak membosankan, membuat anda yang membacanya tidak akan merasakan kantuk sedikitpun karena selalu terbebani pertanyaan dan pemikiran yang memutarbalikkan akal, walau pikiran tidak akan pernah dilihat. Seorang filsuf sejati tidak akan pernah menemukan jawaban, dia hanya semakin tahu akan ketidaktahuannya. Filo sendiri berarti cinta dan sophia berarti kebijaksanaan yang berarti pecinta kebijaksanaan


                                             

Langsung saja di review yang akan saya ringkas secara singkat, awalnya saya mengira Dunia Sophie adalah sebuah cerita fantasy layaknya Harry Potter, Alice, dkk. Namun, sebagian besar novel ini adalah sebuah pelajaran filsafat haha. Ya. Sebuah pengantar filsafat lebih tepatnya. Namun dikemas dalam bentuk sebuah cerita, dongeng dan sedikit fantasy yang menggelitik. Pembaca akan diajak untuk berkeliling abad selama 3000 tahun. Dimulai dari abad 1500SM sampai abad ke 20 ini. Saya sendiri menjadi sadar dan lumayan suka terhadap filsafat (tapi bukan untuk dipelajari seumur hidup) hanya sebagai penunjuang ilmu. Karena filsafatlah bapak segala ilmu, filsafatlah yang mengasah kecerdikan dalam berpikir, filsafat lah ilmu dari pemikiran itu sendiri, filsafat lah yang membuat cara berpikir menjadi rasional dan sistematis.

Di awal, kita diperkenalkan dengan gadis 14 tahun bernama Sophie,  semua terasa biasa saja, sehingga ketika surat dilayangkan kepadanya, seluruh dunia secara drastis berubah. Gadis polos yang ingin serba tahu tersebut akhirnya memulai belajar filsafat yang berkembang selama 3000 tahun terakhir. Disini kita dibenturkan oleh banyak teori yang sangat masuk akal, science of racional, penolakan agama,  fase etika, esetetika, dan hal membelah kepala lainnya yang selalu diperdebatkan dalam setiap bab dalam buku. Semuanya terdengar masuk akal, mulai dari Parminedes yang menyatakan ada satu hal penyusun zat manusia, bahwa segala sesuatu itu kekal, dimana dia hanya lebih mengedepankan akal, ada juga teori Heraclitus yang mengatakan sesuatu itu mengalir,  tak ada yang persis sama,  dan dia lebih mengikuti naluri indrawi nya, Democritus sebagai orang pertama menyatakan teori Atom dengan nalar, tanpa menggunakan teknologi apapun dia bisa mendapatkannya, Socrates sang bapak besar perkembangan filsafat yang tak pernah menulis separagraf sekalipun, Plato yang menyatakan dunia ide, Aristoteles, John Locke, Hume, Immanuel Kant, tentang abad Renaisanans, Romantisme, hingga sekarang selalu ada teori yang mempertentangkan antara akal dan indra, ada juga yang meng-hybrid keduanya. Namun semua itu wajib dibaca demi dinamika pemikiran kita yang terus terasah di tiap ceritanya.

Mungkin pembaca hanya mengingat dengan jelas teori 3 bapak filsafat diawal, karena di tengah cerita kita sudah pusing dan melayang 1000 langit akan teori yang dijelaskan oleh sang mayor dan Alberto Knox hahah. Saya bukan anak yang pandai seperti Sophie yang selalu paham dengan perkataan Alberto, saya harus merenung dan terus merenung agar memahami kata-kata para filsuf sejati tersebut, cerita akan semakin seru ketika terlihat benang merah antara Sophie dan Hilde, kalian akan kaget bahwa sebenarnya Sophie adalah sebuah……. Rahasia lah, nanti gak seru kalau ditau jalan ceritanya heheh. *oh tidak, sebenarnya Sophie masuk ke dalam alam bawah sadarku dan melarangku.

Setelah membaca seluruh buku ini, saya seperti merasa telah menjalankan perjalanan ruang dimensi dan waktu, mungkin karena kita ikut terbawa oleh susasana cerita tentang filsafat, dan digabung dengan keadaan dongeng dan fantasy sehingga buku ini sangat asyik untuk dibaca.   akhir kata apa yang saya tahu setelah membaca Dunia Sophie?  Ya, yang saya tahu bahwa saya tidak mengetahui apa-apa. Mungkin itu lebih bijak.

Hanya ini saja yang bisa saya review, saya tidak bisa merangkum isi dari 800 halaman tersebut karena lebih baik mengandalkan empiris masing-masing dan akal masing-masing untuk merenungi hidup kita yang telah menelusup dengan nyaman ke dalam bulu kelinci dalam topi pesulap. Akhir kata.

Salam Literasi!
Liberte! Egalite! Fraternite!

AKR
Makassar, 10 Maret 2020