Review Buku
Confession Of Economic Hitman
Karya : John
Perkins
Halaman : 278 halaman
Populasi penduduk di Amerika 3% dari
keseluruhan, namun sumber daya yang dikonsumsi jauh melebihi 30% di dunia -John Perkins
Baik diriku maupun dirimu, tahu bahwa semenjak
tumbangnya Uni Soviet pada tahun 1985, menyebabkan Amerika Serikat menjadi satu-satunya
negara Imperium yang sah menguasai dunia. Pencapaian tersebut tidak lain karena
turut sertanya para Economic Hitman yang akan kita sebut sebagai EHM
kedepannya, dan juga CIA dan invasi Amerika pada masa itu. Dimulai dari
menghentikan efek domino dari komunisme yang disebarkan Uni Soviet, dengan menyebarkan
paham kapialis di negara ketiga seperti Indonesia, Irak, Iran, dll melalui pergerakan
impresif seorang EHM.
Buku ini berisi tentang seorang yang di-edukasi
dengan baik oleh salah satu agen NSA untuk menjadikannya seorang EHM dimana
tugasnya adalah membuat negara berutang kepada Amerika dengan iming-iming ekonomi
makro, membangun industrialisasi, pembangkit listrik, bandar udara, pelabuhan
dengan meyakinkannya akan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan diyakinkan
oleh ekonometri atau lebih sederhananya yaitu dengan statistik. Buku tersebut
berisi kehidupan seorang bandit ekonomi yang menyadari dirinya salah, namun tak
bisa berbuat apa-apa dan terus mencari alasan rasional tentang apa yang
dibuatnya benar, namun hati nuraninya berkata bahwa ia ternyata salah. Menurut
ku dia adalah seorang pengecut, yang menyadari bahwa dirinya pengecut. Namun, label
pengecut itu segera sirna setelah mengakui dirinya kepada dunia bahwa ia adalah
seorang pengecut melalui pengakuannya di buku yang ia tulis.
Kekayaan
Amerika Serikat
Orang-orang intelektual tahu, Amerika
Serikat adalah negara kapitalis, bahkan sekarang memiliki Bursa Saham tertinggi
di dunia disusul oleh Jepang, China, Francis, dan negara maju yang lainnya.
Sumber dari semua kekayaan itu tak lain dan tak bukan adalah hasil dari
eksploitasi mereka terhadap negara berkembang dan negara terbelakang. Contohnya
seperti ini, mereka mencari sumber daya manusia yang sangat murah, dinegara
terbelakang dengan menjadikannya buruh yang dibayar sangat murah, sehingga margin
dari produk yang dihasilkan sangatlah menguntungkan. Mereka memanfaatkan
kaum-kaum proletar yang tidak memiliki uang untuk bekerja dengan upah minim
dibanding tidak bekerja sama sekali.
Paham tersebut memang sangat bertentangan
dengan paham Marxisme-Komunisme yang menyadari dengan sistem seperti itu hanya
merentangkan jarak antara yang kaya dan miskin. Namun bukan berarti saya setuju
dengan paham Karl Marx. Tapi kenyatannya, yang kerap terjadi dengan sistem kapitalis
tersebut, mereka hanya membuat orang elite di puncak piramida akan semakin
kaya, dan si miskin akan tetap berada di tempat paling bawah dalam hirarki
piramida. Profesor pun tahu, ekonomi makro tidak terlalu berdampak pada orang miskin
di pinggir jalanan sana, mereka tetaplah kelaparan dan orang kaya semakin
menumpuk hartanya, mereka semua menutup mata akan fakta ini, agar terus membangun
industri yang mencemar. Fakta lainnya yang tertulis dibuku pun terdapat 24.000
orang yang meninggal setiap harinya, sehingga data tersebut dimanfaatkan untuk
mendapatkan buruh yang sangat murah. Terdapat satu fakta unik lainnya bahwa
pada tahun 1990an Amerika menggelontarkan dana Trilyunan Dolar dalam setahun
yang dimana jikalau dana tersebut digunakan dapat menutupi kebutuhan orang
miskin dan kelaparan di dunia sana, sungguh sangat ironi.
Pekerjaan Para Economic Hitman
Para Economic Hitman telah diawasi oleh
NSA (National Security Agency) sebelum menjadi seorang EHM, mereka dilihat dari
kemampuannya dalam beradaptasi dengan situasi susah seperti John Perkins yang
telah bisa hidup di hutan hujan di ekuador selama 3 tahun, bahkan dia didatangi
oleh eksekutif tinggi perusahaan MAIN (perushaan swasta konsultan terkait analisis
investasi) untuk menganalisa perkembangan ekonomi di ekuador di tahun ke 2 nya
menjadi relawan di hutan andes dibawah organisasi nirlaba peace corps.
Setelah menyelesaikan laporannya, dia secara sah direkrut oleh MAIN, dan semua
itu bagaikan kebetulan yang terencana. Ketika bekerja di MAIN pun dia mendapatkan
pelatihan intensif oleh seorang wanita berparas cantik bernama Claudine, yang langsung
mengatakan bahwa sekali kau terlibat didalam sini, maka kau tak akan bisa
keluar, kau akan menjalani kehidupan sebagai seorang EHM. Tugasmu adalah untuk
membuat laporan palsu, untuk meyakinkan negara agar membuat surat obligasi (utang)
dalam jangka besar, namun mereka tahu negara tersebut tidak akan dapat melunasi
hutangnya sehingga negara yang terlilit utang akan patuh terhadap kepentingan
Amerika, ditaklukkan secara imperialisme.
Cara yang digunakan untuk membuat laporan
palsu adalah, dengan menggunakan pendekatan ekonometri, yaitu bidang studi yang
menggabungkan ekonomi, matematika, dan statistik. Namun statistik berperan
banyak dalam studi ini. Saya ingin memberitahu tentang bahaya nya statistik. Terdapat
tiga kebohongan di dunia, yang pertama kebohongon goblok, kedua kebohongan cerdik
dan yang terbesar adalah kebohongan statistik. Contoh kebohongan pertama adalah
kebohongan yang sangat konkret, seperti seseorang yang telah memakan hamburger
namun terdapat sisa daging di sela giginya dan mengatakan bahwa dia tidak
memakan hamburger sebelumnya. Lalu kebohongan cerdik ialah kebohongan yang
menghilangkan bahkan memalsukan barang buktinya. Seperti orang yang menjual
sepeda motor danmengatakan sepeda motor ini baru, buktinya speedometer jarak
yang ditempuh masih sekitar 50KM padahal, sebelum dia menjual motor tersebut,
motornya diganti speedometernya dan dipollish agar kelihatan seperti baru. Namun
dengan statistik, orang dapat mengubah bentuk kebohongan menjadi kebenaran yang
sah, contohnya orang yang menjual motor harley berumur 1 tahun sejatinya adalah
motor bekas. Namun dengan membuat qusioner terhadap user motor harley, namun
karena keunikannya dan diferensiasinya orang-orang mengisi dan menganggap bahwa
motor harley yang berusia 1 tahun masih tergolong baru, sehingga dengan membuat
analisa statistik tersebut orang-orang menanggap motor tersebut baru padahal
tidak. Itulah bahayanya statistik, mengaburkan pandangan natara mana yang benar
mana yang salah.
Para EHM pun ditargetkan untuk
mengeksploitasi negara yang sumber dayanya berlimpah, apalagi tentang minyak.
Indonesia adalah target pertama Amerika di Asia Tenggara demi mencegah efek
domino dari komunisme dan juga untuk menyelamtkan Indonesia dari keterpurukan
ekonomi, padahal hanya ingin mengeksploitasi. Usaha tersebut pun berhasil
dengan mengatakan pertumbuhan listrik pertahun selama 25 tahun kedepan akan meningkat
19% tiap tahunnya den berhenti di angka sekitar 15% di tahun 20-an. Namun
faktanya pembangkit listrik yang dibangun di Indonesia 60% lebih mahal daripada
di filipina dan 200% lebih tidak efisien dibanding dengan yang ada di Amerika.
Investasi tersebut hanya membuat kantong elite politik di Indonesia semakin
kaya, dan membiarkan Amerika semakin berkuasa dan kaya dengan sistem
kapitalisnya. Sekali lagi, dengan sistem tersebut mereka mendapatkan sumber
daya manusia dengan upah yang sangat minimum, yang notabenenya sama dengan
istilah budak namun secara halus disamarkan dengan kata buruh.
Para EHM juga dibuat tutup mata, terkait
impact-impact terkait budaya, lingkungan, dan sosial. Mereka menetapkan bahwa
investasi tersebut layak dan tidak mempertimbangkan akibat lingkungan yang
mebuat lokasi sekitar industri semakin merusak alam, memudarkan budaya, dan
mengurangi interaksi sosial. Para EHM hanya bisa diam dan disogok dengan jumlah
uang yang begitu besar dengan insentif yang besar pula. Para EHM tidak
dipekerjakan oleh pemerintah, namun oleh perusahaan swasta, agar ketika
terjerat kasus, pemerintah tidak akan menanggung bebannya. Sang penulis John
Perkins pun setelah pensiun dari EHM walau sempat berfikir bahwa akan ada org
yang lebih buruk dari dia kalau dia meninggalkan EHM, dia sempat membuat
perusahaan energi dengan mempertimbangkan dampak lingkungan sekitar, mengolah
limbah untuk menjadi sumber bahan bakar, namun kesuksesannya dalam membuat
perusahaan dibantu oleh jasanya sebagai seorang EHM dulu, bahkan perusahaan
yang dibuat dibebaskan dari pajak agar tidak membocorkan rahasia pemerintah
sebagai EHM. Pada akhirnya perusahaan yang dibuatnya pun dijual karena
ditawarkan kerja sebagai konsultan EHM lagi, setelah menjual perusahaan, John
Perkins juga membuat organisasi nirlaba untuk membantu para-para korban dari (corporactoracy)
yakni kekuasaan global, bank dunia, korporasi, dan pemerintah. Di tengah
keaktifannya di organisasi tersebut John Perkins tetap melanjutkan bukunya
namun behenti karena disuap dan diancam oleh para bosnya. Tentunya sebagai
manusia biasa dia takut diancam dan menerima suap yang begitu besar.
Jika Para EHM Gagal
Tak jarang para EHM gagal dalam
menjalankan misinya, contohnya di Iran, Irak, Ekuador, dan Panama. Iran adalah
negara yang cermat membaca pergerakan corporactoracy Amerika dalam melibatkan
utang yang tak mungkin dibayar sehingga Iran dapat dengan cerdik menghindari
pergerakan Amerika. Panama dibawah kepemimpinan karismatik dan merakyat nya
Omar Terrijos pun menghindari Globalisasi kapitalis Amerika, dengan tidak
beralih ke komunis namun tidak melawan ke Amerika Serikat juga. Ekuador dibawah
kepemimpinan Presiden pertama Jaime Roldos yang menyadari bahwa Amerika adalah
sumber kemelaratan ekuador, yang membuat ekuador bergantung penghasilan oleh
minyak bumi, bahkan 3% orang di Ekuador memiliki tanah sebanyak 70% yang ada. Itu
semua karena sistem corporactoracy yang dibuat oleh Amerika Serikat. Juga Iran
dibawah pimpinan Saddam Husain yang membuat Amerika gagal mendapatkan sumber
minyak yang bahkan lebih banyak daripada stok yang dimiliki oleh Arab Saudi, juga
Venezuela.
Para Jackal atau orang suruhan CIA lah
yang bergerak dalam memerangi mereka yang menolak tawaran EHM, mereka semua
akan mati dalam konspirasi atau asasinasi oleh rencana yang dibuat oleh CIA. CIA
adalah ancaman nyata yang eksistensinya tidak semata dongeng anak-anak atau
cerita di Holoywood. Mereka adalah orang yang bergerak dibalik pemerintah yang
menolak kemauan Amerika Serikat. John Perkins pernah mendapatkan berkas CIA
selama menjadi EHM di MAIN, rencana untuk menggulingkan kepemerintahan
Mossadegh di Iran dan digantikan oleh pemimpin diktator shah Iran yang baru, dimana
dia adalah Boneka Amerika dan saya baru mengetahuinya setelah membaca buku ini.
Juga Omar Terrijos yang meninggal dalam pesawat dalam perjalanannya menuju
kediamannya setelah menolak EHM, Jaime Roldos pun mengalami hal serupa. Hidup itu
menyedihkan, karena kebenaran selalu berjalan dengan kematian. Bagiku mereka
tidak kalah, justru mereka menang ketika mereka kalah. Orang-orang membuka mata
terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Amerika Serikat, tidak mungkin dalam
satu tahun 2 pemimpin meninggal dalam kecelakaan yang serupa.
Apa Yang Dapat Kita Lakukan ?
Langkah yang benar yang diambil oleh seorang
John Perkins untuk mengungkapkan kepada dunia terkait EHM dan corporactoracy
dengan pengakuannya. Dunia telah dibuat gempar oleh buku yang ditulis olehnya.
Namun lebih anehnya lagi, buku tersebut terbit di Amerika Serikat itu sendiri. Saya yakin bahwa masih terdapat banyak rahasia yang tidak bisa diungkapkan oleh
beliau, bahkan mungkin terdapat pesan tersirat atau kalimat yang tidak harus
kita telan mentah-mentah. Seperti IMF dan Bank Dunia, dari narasi ceritanya dia
mengatakan bahwa IMF dan Bank Dunia tersirat adalah teroris ekonomi, sebagai channel
untuk memberi persetujuan peminjaman internasional kepada negara yang
bersangkutan. Namun ditulis dalam kesimpulan IMF adalah orang baik, namun
menurutku tidak hahah.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan sebagai
rakyat yang menentang hal itu? Saya sendiri telah menonton solusi yang
ditawarkan oleh John Perkins pada sesi seminarnya dalam TedTalk di web berikut
Solusi pertama ialah, transparansi. Sekarang
transparansi sangatlah mudah, apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi.
Demokrasi sangat bergantung dengan transparansi agar rakyat sadar kebijakan
pemerintah betul-betul berorientasi kepada masyarakat, tak peduli kalangan atas
maupun kalangan bawah. Search it, and spread. Look after story behind
story, trnasparency. Itulah kata yang dikatakan oleh John Perkins
Solusi kedua adalah buatlah suatu komintas
atau bergabunglah kesuatu komunitas yang dapat ber-impact terhadap peraturan
daerah, seperti LSM atau yang lainnya. Dengan begitu, mereka akan mempertimbangkan
teknologi mutakhir yang membuat perusahaan tidak semena-mena dalam mencemarkan
polusi
Solusi Ketiga ialah dengan membuat
korporasi sadar, bahwa mereka harus membuat dan membangun public interest. Sederhanya,
ini seperti CSR. Kata John Perkins, teruslah mention, mengirim email, buat
korporasi membangun kehidupan di sekitarnya, buat mereka membayar pekerja dengan
upah yang layak, buatlah ekosistem yang win0win solution dengan masyarakat
pungkas Pria Mantan EHM itu. Tidak harus beralih ke komunis, dengan sistem kapitalis
yang terus berevolusi tersebut kita bisa menciptakan dan mengurangi
kesengsaraan yang ada di bumi
Bonus dari saya, solusi yang saya tawarkan
adalah terlibatlah dalam pemangku kepentingan negara, jadilah orang besar yang
dapat memengaruhi sistem pengambilan keputusan Indonesia. Masuk didalamnya dan
ubah dari dalam. Tapi ingatlah, jangan sendirian karena kamu akan tergerus oleh
godaan hutang, uang dan rasa takut. Buatlah lingkaran pertemanan agent of
change. Menurutku, fungsi Agent of Change terlalu berat jika hanya
difokuskan ke mahasiswa, kita sebagai insan dewasa dengan kematangan berpikir
dan bernalar seyogianya dapat mengubah negara kita ke arah yang lebih baik
Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan,
Sekian SALAM GORESAN AMATIR
AKR
Makassar, 12 April 2020





0 komentar:
Posting Komentar