GORESAN SEORANG AMATIR

Temukan harmoni dalam dirimu

Semakin tumbuh umurnya seseorang, maka rasa ingin tahunya mulai berkurang.

Mengetahui lebih jauh tentang Entrepreneur Thinking

Cara menjadi entrepreneur adalah dengan menggunakan prinsip "be like monkey"

Perbanyaklah ilmu, kelak itu semua akan menolongmu

Segala disiplin ilmu yang ada di dunia pasti akan bermuara ke kondisi khusus

Jangan mudah putus asa

Bila dirimu lelah, ambil wudhu, lalu sholat lah. kapan lagi berbisik ke bumi tapi didengar oleh langit

Mengenal lebih jauh tentang penulis

Alief Karunia, seorang yang selalu bertanya tentang kebenaran dan keberadaan. apakah eksistensi kita sudah memberi manfaat pada dunia lugu ini?

Senin, 31 Desember 2018

Renungan Malam Tahun Baru

Akhir-akhir ini seketika jadi teringat
Jerih payah yang mengeluarkan keringat
Perihal apa saja yang telah keperbuat
Semoga selama ini memang keputusan tepat

Malam itu di tengah galaknya hujan tanpa henti, di kota Makassar. Sang adik tiba-tiba memasuki ruangan inspirasiku sembari bertanya tentang pelajaran yang harusnya belum dia ketahui. Namanya Naila Riskia, biasa dipanggil Nay, umur 9 tahun dan masih kelas 4 SD. Siapa gerangan yang tak terkejut dengan bocah SD yang tiba-tiba bertanya tentang ilmu Matematika, dimulai dari KPK, al jabar, distribusi eksponensial, hingga logaritma. Karena saya memang lumayan berbakat di bidang itu pas SMA jadi ya saya jelaskan hehe. Segala hal yang saya jelaskan kepadanya berjalan lancar hingga kemudian masuk di aljabar dan menjelaskan materi dengan cukup alot, sesampainya di distribusi eksponensial dan logaritma, akhirnya berakhir dengan kebuntuan entah karena cara mengajar saya atau memang sudah dibatas kemampuan adik saya.

gambar 1.1 salah satu kertas cakaran penjelasan
Cerita pun berlanjut walaupun adik saya tidak memahami penjelasanku, dia tetap menghargai kakaknya yang bersusah payah menjelaskan, yah sampai akhirnya kita ngobrol hingga keluar dari konteks matematika. Tiba-tiba ke sastra, karena baru-baru ini adik saya juara 2 puisi di SD nya. hingga yang terakhir yaitu agama, hal yang paling sensitif dibahas di dunia maya. Namun saya tetap tenang dan menjelaskan secara rinci segala pertanyaannya. Dia memancingku untuk bercerita tentang kisah di pesantren dulu. ya walau saya berbohong sedikit hehe, sebenarnya kisahnya tidak terjadi di pesantren, melainkan sudah ada di buku cerita sufi. Aku juga mau berbagi cerita ini buat kalian yang belum pernah juga mendengarnya. Agar cerita ini kelak akan diketahui oleh banyak orang yang membaca blog ku. Kisah ini dimulai dari seorang ustad dan tiga muridnya. Murid yang pertama bertanya;

Murid 1 : Ustad, dimana itu Allah, apakah dia nyata?
dilanjutkan oleh murid kedua
Murid 2 : Ustad, mengapa Allah menjerumuskan Setan dan Iblis ke neraka yang penuh api,                                  sedangkan mereka juga terbuat dari api, tidakkah itu tidak ada pengaruh terhadapnya?
tanpa pikir panjang murid ke 3 juga meluncurkan pertanyaan
Murid 3 : Kenapa sih, Allah tetap membiarkan kita hidup, padahal dia sendiri sudah tau takdir, dan                      akhir hidup dari seorang manusia

akhirnya sang ustad menjawab, dimulai dari pertanyaan murid pertama. Dengan mengambil sebongkah batu, lalu melemparnya ke arah murid pertama. lalu murid pertama berkata "sakiit"
dijawab dengancepat oleh ustad seraya berkata
Ustad : mana sakitnya?
Murid 1 : ini pak, di dahi
Ustad : bukan, yang kamu tunjuk itu bukan sakit, melainkan dahi.
Murid : iya pak, sakitnya di dahi. tapi saya tdk bisa mendefinisikan sakit itu bagaimana.
Ustad : seperti itulah tuhan, memang benar dia ada, tapi kita belum saatnya ditunjukkan dan melihat secara kasat mata bentuk nya. Wallahu Alam

lalu sang Ustad pun menjawab pertanyaan murid ke-dua dengan mengambil batu lagi dan melemparkannya ke arah murid ke-dua sembari berkata :
Ustad : sakit gak dilempari batu?
Murid 2 : ya sakitlah ustad, siapa juga dilempar batu sekenceng itu gabakal bilang sakit
Ustad : seperti itulah setan, dia terbuat dari api. maka dari itu dia juga kelak akan dibakar oleh api di akhirat nanti, dan tentunya dia pasti akan merasa sakit, sama halnya tadi saya melempar batu

selanjutnya saatnya sang ustad menjawab pertanyaan murid ke 3, dan akhirnya sang ustad mengambil batu lagi. ketika dia hendak melemparkannya, si murid ke 3 ini sudah lari duluan. yah kita bisa simpulkan apa yang terjadi jika kita sudah tau tentang takdir kita nanti. bagaimana manusia tersebut menanggapinya.

Setelah saya menceritakan kisah tersebut ke adik saya, dia addicted dengan kisah pesantren seperti itu, dan akhirnya saya menceritakan lagi tentang, santri dan ayam(akan saya ceritakan di postingan saya yang selanjutnya akan datang). Hingga akhirnya di suatu titik dia bertanya kepada saya " kak, apakah ada dosa yang tidak diampuni Allah?". Di situ hati saya bergetar, selama ini saya punya banyak ilmu agama, tapi tak semuanya saya amalkan dan dakwahkan selama saya hidup. Saya pun menjawab " ada, yaitu syirik. ketika kita menduakan Allah, menganggap bahwa tuhan itu banyak selain Allah. Dosa itulah satu-satunya dosa yang tidak diampuni Allah di hari pembalasan nanti" kita tahu bahwa selama ini ketika hendak sholat kita selalu menundanya karena TV, disitulah kita menduakan Allah. lebih menuhankan TV, gadget, perintah bos daripada perintah Allah SWT. Lebih parahnya, seketika saya teringat mengucapkan hari natal dan menganggap enteng perkara tersebut. Maafkan saya ya Allah.

Tak sampai disitu, adik saya masih bertanya "jadi bagaimana kalau sudah syirik?" ya sudah jelas jawabannya, "kekal dalam neraka". Di neraka kita akan disiksa habis habisan, sehari di neraka tak sama dengan sehari di dunia. Ancaman yang selama ini dianggap enteng tiba-tiba terasa nyata, dan menegur hati kecil saya. Hingga akhirnya saya bersyukur, dikala mana nilai saya tak setinggi nilai teman saya di kampus, dikalahkan oleh banyak junior, bahkan mungkin ada yang dibawah standar. Saya tak peduli akhirnya dengan angka itu, karena saya menjunjung tinggi kejujuran di hidup saya. saya tak ingin ditusuk di api neraka di hari hisab nanti. Dan saya bersyukur dapat nilai yang pas-pasan karena memang hasil dari kerja keras sendiri.

Entah memang momennya yang pas dekat dengan tahun baru, dan saya juga melihat air mata yang jatuh dari adik saya, yang sangat takut dengan siksaan neraka yang memang dijanjikan oleh Allah abgi yang melanggar. Seketika teringat masa kecilku yang berjanji akan selalu berbuat baik, karena tidak mau masuk neraka nanti. Terima kasih Tuhan, teman, dan keluarga yang selalu mengingatkan saya. Apabila saya menyimpang tolong ingatkan lah saya.

Sekian renungan malam tahun baru saya, tak lebih asyik dari malam tahun barumu. Salam goresan amatir :)