Judul : Aroma Karsa
Tebal : 702 Halaman
Penulis : Dee Lestari
Gambar 1.1 Cover Buku Aroma Karsa
"Andai bunga-bunga di dunia bisa berbicara, mereka akan menyatakan kecemburuannya kepada bangsa anggrek. Tidak ada bunga lain di dunia yang dapat membuat manusia tergila-gila"
- Janirah Si Pencuri
Tak pernah membuat kecewa para pembacanya, itulah Dee Lestari yang kita kenal, sebuah novel baru yang dirilis pada tahun 2018 silam ini sangat sangat membuat para pembaca terbang berkelana dalam dunia fantasi-mistis yg berlatar di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta. Novel ini diriset oleh sang penulis selama 4 tahun lamanya, tak heran apabila Kak Dee menjelaskan se-detil mungkin bahkan se-filosofis mungkin terkait produk-produk yang telah dibuat oleh karakter utama yaitu Jati Wesi.
Novel ini sangat menarik, karena pengenalan karakternya yg sangat rapi, ibarat susunan puzzle, satu persatu rangkaian cerita yang penuh teka-teki, cerita mistis, misteri, cinta yang bertepuk sebelah tangan, hingga cinta yang terbolak-balik menghubungkan ke suatu peristiwa yang bahkan sulit ditebak untuk kedepannya. Alur dari novel tersebut pun berkisah maju-mundur, sehingga memaksa akal kita untuk memory recall tentang kejadian dan ucapan apa saja yang telah kita baca sebelumnya.
Ketika membaca cerita dari sang penulis "Perahu Kertas" ini saya mengetahui sebagian adat jawa, kehidupan bermukim di TPA, sisi gelap orang orang yang menjadi bos di penadah sampah. Seperti bukan kisah novel saja, mungkin inilah salah satu kelebihan dari kak Dee dibanding sebagian besar penulis lain dalam membuat novel fiksi. Cara Kak Dee menyampaikan cerita seolah olah kita melayang-layang dalam pikiran sebagai orang yang pertama di dalamnya. Kata-kata magisnya menyihir kita agar terus membayangkan apa saja yg telah termaktub.
Ceritanya cukup kompleks, sebagian besar isi cerita berisi tentang maniak parfum dan anggrek, mungkin terdengar biasa saja, namun lain ceritanya apabila kita telah membacanya sendiri, sangat menakjubkan. Bermula tentang seorang keturunan pelayan raja yang cukup nakal, ia lincah, suka mencuri, dan tergila gila dengan anggrek. Berkat kerja keras dan faktor X akhirnya ia berhasil merangkak dari dunia perbudakan menjadi seorang keluarga konglomerat, bukan hanya karena kerja kerasnya, namun gegara faktor X yang selama ini tersembunyi di istana. Waktu demi waktu berlalu sehingga ia beranjak tua, menjadi penggila anggrek dan pembaca dongeng, diselip dongengnya yang magis ternyata terdapat realita yang ia selalu cerita ke cucu perempuannya. Dongeng putri yang menggunakan sihir aroma karsa yang sejak awal dikiranya hanyalah dogeng, diungkapkan sebagai kebenaran sebelum akhir hayatnya. Perjalanan sang cucu yang bernama Raras inilah menjadi titik mula petualangan menemukan sang aroma karsa berkekuatan sakti tersebut. Seakan takdir memihaknya, Raras beranjak tua dan memiliki anak berkekuatan untuk.... rahasia dehh pokoknya baca aja, 2 karakter utama akan dipertemukan dengan se-unik mungkin.
Jujur saja, ini adalah rekor pertama saya membaca buku 700 halaman hanya dalam beberapa hari dan termasuk cepat lah ya, mungkin karena relate dengan kehidupan sehari-hari, berbau Indonesia sehingga tak ada bosannya kita untuk berhenti membaca. Oh iya, gaya penulisan kak Dee pun dibuat se-menarik mungkin, ibarat dalam kelas percintaan kita disuruh mengungkapkan kata cinta, tapi tak boleh mengukapkan kata "cinta" atau simonimnya dalam penyampaiannya, contohnya ketika ada dua pasangan bercumbu dalam cerita tersebut, kak Dee menulis "semakin dekat hingga tak ada lagi jarak antara bibir mereka berdua" itulah yang membuat imajinasi kita jalan dan membumbui cerita seseru mungkin. Biasa aja sih gua aja yg lebay kayaknya hehe. Tapi serius kalian akan sering mendapati penulisan seperti ini di novel beliau.
Overall, novel ini bagus banget pokoknya semua orang Indonesia harus baca, harus tau kehidupan terendah hingga yang terkaya, tau apa itu dedemit yg biasa disematkan pada pendukung Real Madrid, dan pokoknya banyak banget deh yang bisa ditau dari buku ini. Saya tidak akan membahas isi ceritanya karena nanti mengandung spoiler, saya hanya menceritakan garis besar saja. Untuk rate saya memberikan 4/5 untuk buku ini, karena sangat seru untuk dibaca
Sekian dulu review singkat dari saya,
Salam goresan amatir! Sebarkan virus literasi
Makassar, 1 Desember 2020









