GORESAN SEORANG AMATIR

Temukan harmoni dalam dirimu

Semakin tumbuh umurnya seseorang, maka rasa ingin tahunya mulai berkurang.

Mengetahui lebih jauh tentang Entrepreneur Thinking

Cara menjadi entrepreneur adalah dengan menggunakan prinsip "be like monkey"

Perbanyaklah ilmu, kelak itu semua akan menolongmu

Segala disiplin ilmu yang ada di dunia pasti akan bermuara ke kondisi khusus

Jangan mudah putus asa

Bila dirimu lelah, ambil wudhu, lalu sholat lah. kapan lagi berbisik ke bumi tapi didengar oleh langit

Mengenal lebih jauh tentang penulis

Alief Karunia, seorang yang selalu bertanya tentang kebenaran dan keberadaan. apakah eksistensi kita sudah memberi manfaat pada dunia lugu ini?

Rabu, 23 Juni 2021

Jalan Sederhana Bunda Teresa (Book's Review)

Judul : Jalan Sederhana Bunda Teresa

Tebal : 140 Halaman

Author : Lucinda Vardey

“Mencintailah hingga terluka, dan jika cinta melukai, kamu akan menjadi lebih baik karenanya”

-  Bunda Teresa


Membahagiakan dan menolong banyak orang adalah hal yang terpuji untuk dilakukan. Dan Bunda Teresa, adalah seorang yang ditakdirkan untuk melakukan hal tersebut sepanjang hidupnya.

 Sang Bunga Kecil Yesus, itulah makna dari nama lengkapnya Teresa Lisieux tepat setelah mengucapkan kaulnya sebagai Suster Loreto pada 24 Mei 1934. Bernama asli Agnes Gonxha Bojaxhiu lahir di Albania pada tanggal 26 Agustus 1910 mendapatkan panggilan dalam panggilan untuk melayani yang miskin dari yang termiskin. Ia menghabiskan hidupnya hanya untuk membantu orang miskin, orang menderita penyakit cacat, kusta, AIDS, dan penyakit lainnya yang memupuskan asa untuk melanjutkan hidup.

Bunda Teresa mendirikan Misionaris Cinta Kasih di Calcutta, India. Wanita paling berpengaruh di dunia tersebut mendirikan berbagai sarana dan bangunan untuk berbagai aktivitas seperti Shisu Bavan, Nirmala Hriday yang menampung ratusan anak-anak terlantar dan berpenyakit juga orang dewasa yang kehilangan arah, pecandu obat, mantan pelacur dan alkoholistik yang mungkin umur hidupnya tidak lama lagi bahkan memberi mereka pekerjaan. Bunda Teresa menerima mereka semua dengan lapang dada tak peduli latar belakang mereka, agama mereka, siapa mereka, selama ia bisa membantu orang-orang yang kehilangan asa, ia merasa telah membantu Yesus dalam penyamaran-Nya yang menyedihkan.  

Buku ini bercerita tentang jalan sederhana Bunda Teresa, dimana jalan sederhana tersebut sangatlah mudah dipahami dan bisa diterapkan oleh agama dan keyakinan apapun karena sangat relevan dengan kegiatan spiritual manusia. Jalan sederhana tak perlu dipersulit, untuk menjadi orang yang bermanfaat tak butuh hal kompleks untuk melakukannya. Cukup melakukan hal-hal mudah, dimulai dari keheningan kita dapat menghayati setiap perbuatan kita terhadap manusia.

Ada 6 jalan sederhana yang selalu diutarakan oleh Bunda Teresa, yakni Keheningan, Doa, Cinta, Pelayanan, dan Damai. Dimana tiap tahapannya memiliki alur yang sistematis dan berpengaruh satu sama lain. Buah keheningan, menciptakan doa, buah doa menciptakan iman, buah iman menciptakan cinta, buah cinta menciptakan pelayanan, dan buah pelayanan menciptakan damai. Ada berbagai macam makna yang bijak yang dapat kita pelajari dari jalan sederhana tersebut, seperti Doa, jika saja perumpaan perjalanan itu seperti hidup dibumi sedang untuk sampai pada perjalanan tersebut kita membutuhkan kendaraan dan bahan bakar, maka Doalah bahan bakar yang dibutuhkan ketika kita berada di bumi, doa harus terus dirapal agar kita tidak kehilangan harapan selama hidup. 

Ada juga kisah tentang definisi cinta dari bunda Teresa, begitu banyak orang yang memberikan uang kepada pengemis, anak yatim, tapi bukanlah cinta yang mereka berikan. Ketika bunda Teresa beserta suster dan bruder lainnya memberikan pertolongan, ia turut mengusap kepalanya, memegang tangannya hingga pengemis tersebut bergeming seraya berkata, ini adalah tangan terlembut yang pernah kurasakan selama hidup. Kita lupa bahwa banyak bentuk cinta yang bisa kita berikan, seperti waktu, berada bersama mereka, berbicara, menggenggam tangan mereka, mengusap kepala dan wajah mereka, dan yang lainnya terlihat kecil namun berefek sangat besar terhadap mereka. Kita menerima hal yang lebih besar dari apa yang kita berikan dalam memberikan kasih sayang. Maka setelah semua hal tersampaikan mereka akan kembali menemukan jalan hidupnya dan merasa damai.

Pernah suatu ketika Bunda Teresa ditanya, apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu? Berapa banyak orang miskin yang ada di India yang tetap miskin disana? Apa perbedaan pekerjaanmu dengan dengan organisasi bansos lainnya? Ia menjawab mungkin bagi sebagian orang mengira ketimbang memberi seseorang ikan, lebih baik mengajari mereka untuk menangkap ikan agar ia bisa makan tiap hari. Namun, di rumah Misionaris Cinta Kasih banyak sekali orang yang bahkan memegang pancing pun ia tak sanggup, bahkan berdiri untuk memegang pancing pun tak sanggup, maka biarlah ia melakukan tugasnya sendiri, memberi kasih sayang selagi masih sempat, dan diluar itu biarkan orang lain, organisasi lain melakukan tugasnya sendiri untuk melengkapi sisanya. 

Di rumah Misionaris Cinta Kasih banyak orang yang sembuh dari berbagai penyakit, salah satunya kusta, lalu setelah itu mereka diberi Pendidikan dan melanjutkan karir diluar, dan ketika sudah sukses mereka berkunjung kembali ke Calcutta sebagai rasa terima kasih, namun ada yang penyakitnya tak bisa sembuh dan kehilangan semangat kehidupan, maka ia memberikan nya kehidupan, kasih sayang, dan pekerjaan semampunya untuk orang-orang yang kurang beruntung dan memberi semangat untuk melanjutkan kehidupan mereka lagi kedepannya. Ia menuturkan bahwa segala kebaikan kita mungkin hanyalah mengurangi setetes dari total air yang ada di samudera, namun sekecil apapun tetesannya kita telah membantu dunia untuk menghilangkan kesengsaraan yang tertimpa terhadap manusia. Perbuatan Bunda Teresa seperti riak-riak yang timbul pada permukaan air ketika dilempar bongkahan batu, akan menyebar dan menginspirasi untuk orang-orang disekitarnya.

Untuk menghormati dan menyayangi orang miskin, para suster dan bruder harus mengucapkan kaul kemiskinan, karena dengan tidak lebih kaya dari yang miskin maka orang miskin dapat merasakan kehangatan yang lebih, cinta yang lebih. Yesus pun dalam penyamarannya bertahun-tahun seperti itu, begitu banyak kaul yang harus diucapkan para suster dan salah satunya kaul perkawinan yang semata-mata cintanya seorang hanyalah untuk Yesus. Menjadi tidak lebih kaya dari yang termiskin merupakan perbuatan yang baik dan hal tersebut berbeda dengan kaum stoik yang pasrah dan menerima keadaan mereka apa adanya tanpa keinginan lebih di dalam dirinya. Kita harusnya melepaskan diri kita, memberikan segalanya sehingga tidak ada yang bisa kita sisakan lagi untuk diberikan maka kita akan berada di dalam tahap ikhlas yang tertinggi dalam memberikan kasih sayang dan berbuat baik. Melayani orang miskin sama saja membantu Yesus menghilangkan penderitaan di Bumi, sebagaimana dalam Al Kitab “Apa saja yang kamu lakukan bagi yang paling kecil dari saudara-saudara-Ku, maka kamu melakukannya untuk-Ku”

Dalam berbagai narasi dan perkataannya selama masih hidup, banyak sekali kesamaan yang terdapat antara Islam dan Kristen, mungkin inilah sebab dari banyaknya juga donator muslim yang menyumbangkan dana nya untuk disalurkan melalui Bunda Teresa, contohnya saja ayat yang paling mirip diantara keduanya adalah bahwa kita harus melakukan yang terbaik untuk sesama manusia, karena semua yang ada di dunia ini bersumber dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. 

Buku ini diperuntukkan untuk orang-orang yang masih memiliki hati dalam dirinya, tak peduli apapun agama mereka.

Saya belajar banyak dari buku ini, banyak pengetahuan yang selama ini saya dapatkan baik tentang kristiani, jalan hidup, pergerakan Bunda hingga ia wafat, perjuangannya yang diwarisi beberapa manusia baik di bumi ini, bahkan pengikut dari Bunda Teresa hingga saat ini ada yang membantu rakyat Palestina yang terluka dan sakit karena ulah dari Yahudi, hingga saat ini. Untuk berbuat baik, kita memandang manusia sebagai makhluk yang lemah yang membutuhkan pertolongan. Pengetahuan orang Kristen bahwa mereka hendaknya tidak malu untuk mencintai Yesus dengan emosi mereka, Ayat “Apa saja yang kamu lakukan bagi yang paling kecil dari saudara-saudara-Ku, maka kamu melakukannya untuk-Ku” menjadi motivasi utama mereka untuk selalu berbuat baik, bagaimanapun kondisi suster, bruder dan Bunda Teresa. Mereka selalu menghaturkan doa sebagai bahan bakar utama mereka.

Lakukanlah perbuatan baik, karena kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan. Tak peduli apa latar belakang mereka, pada intinya kita hanya harus jadi manusia, tugas kita memberi kasih sayang bagi yang membutuhkan, bukan malah menghakimi seseorang sedangkan Yesus pun tak pernah menghardik dan mengkafirkan seseorang. Akhir kata, buku tersebut lumayan bagus untuk dibaca, relate buat agama apapun, sebagaimana Bunda Teresa menghormati tiap kepercayaan dan orang-orang yang meninggal pun ia makamkan sesuai tradisi dan kepercayaan yang dianut orang tersebut. Begitu banyak hal yang baik di dalam buku tersebut, ada pula kesan pesan relawan yang pernah bekerja di Calcutta yang tidak bisa saya ulas satu per satu, makna kebaikan, makna jalan hidup dan yang lainnya, Untuk rating dari buku tersebut saya berikan 3/5, terkait begitu banyak yang pengetahuan yang bisa terapkan dan kisah menarik dan inspirasi Bunda Teresa.

Sekian dari saya,

Salam Goresan Amatir

Makassar, 23 Juni 2021

AKR