GORESAN SEORANG AMATIR

Temukan harmoni dalam dirimu

Semakin tumbuh umurnya seseorang, maka rasa ingin tahunya mulai berkurang.

Mengetahui lebih jauh tentang Entrepreneur Thinking

Cara menjadi entrepreneur adalah dengan menggunakan prinsip "be like monkey"

Perbanyaklah ilmu, kelak itu semua akan menolongmu

Segala disiplin ilmu yang ada di dunia pasti akan bermuara ke kondisi khusus

Jangan mudah putus asa

Bila dirimu lelah, ambil wudhu, lalu sholat lah. kapan lagi berbisik ke bumi tapi didengar oleh langit

Mengenal lebih jauh tentang penulis

Alief Karunia, seorang yang selalu bertanya tentang kebenaran dan keberadaan. apakah eksistensi kita sudah memberi manfaat pada dunia lugu ini?

Sabtu, 03 Desember 2022

Pleased Me

The blue moon just came out from its hiding
Told my soul has been freed
Shed away my numb

Could u hear the loud of crickets?
Saying you can fly away

But dont be happy

Your'e lost now

In the night where wind warm you up
While the scent of poppies smells better than rose
When the sight is blind as itself

The moment I realize that im saying I love you
Without even say any single word of love
You just didn't realize it yet
When i call your name it means i like you

I’ll fight for it till then
The moment where I could confess my feeling

Our destiny isn't a coincidence
The day we met and i fell
I know that god make a great way for me to know you
Your existence just like the night sky i really adore 

3rd  December 2022

Senin, 28 November 2022

Hei

Beruntung kau manusia

Bukan seekor ulat

Bilamana dibantu keluar

Selamanya akan menjadi serangga cacat

 

Beruntung kau manusia

Mengenal benci dan cemburu

Agar paham apa itu cinta

 

Beruntung kau manusia

Ketika kau gagal dan jatuh

Pada saat itu pula kau menjadi lebih kuat

 

Tak beruntung kau tak menyadarinya

 

Tak beruntung kau manusia

Mensyukuri damai

Bila hanya merasakan perang

 

Tak beruntung kau manusia

Karena harus percaya pada manusia


Hei, tak beruntung kau manusia

karena kau seorang manusia

 

Tobelo, 29 November 2022

Selasa, 16 Agustus 2022

Diri Ini

Apa makhluk yang paling hina di bumi ini
Atau yang lebih kecil
Makhluk hidup apa yang tiada guna 

Semua ini tentang perspektif tuan

Cacing yang kau lihat hanya bergeliat di tanah basah
Seorang nabi menanyakannya untuk apa 
Ia menyuburkan tumbuhan dan mengagungkan Tuhannya pagi dan malam

Pak Hapmas dengan gerobak dorongnya
Ia tak terbang
Tak bisa baca
Segalanya bersih
Dari sampah dan jiwa kotormu

Sekali lagi ini tentang perspektif puan

Kadang kita merasa jauh dibawah lain
Tanpa sadar kitalah yang mekar
Seekor gajah akan dinilai kecil
Bila dibandingkan dengan semesta pikiran

Untukmu
Pertemuan kita bukanlah kebetulan
Kita semua akan saling mendukung teman
Bahkan setelah kita saling melupakan
Di hari esok dan setelahnya kembali

Ini bukan tentang subjektifmu tuan-puan

Lakukanlah 

Walau ada orang lain 
Di atas langit masih ada langit 
Tak perlu kita menjadi yang tertinggi
Seperti itulah kita semesta.


Bandung, 16 Agustus 2022
AKR
1 Hari Peringatan Sebelum Kemerdekaan.






Jumat, 04 Maret 2022

Pohon Mangga dan Kupu-kupu

Lihatlah pengorbanan pohon mangga, ia berhasil berbuah setelah dipotong banyak dahannya. 

Lihatlah seekor ulat, yang harus bersusah-payah digenangi air liurnya sendiri, dalam kepompong yang menjadikannya elok.

Lihatlah seorang manusia, yang rela menghabiskan waktunya, ia belajar, berjuang keras, tapi tak kunjung merasa puas dan dapat meraih kesuksesannya.

Apakah 3 hal diatas merupakan analogi yang bisa disandingkan? jika ditarik kesimpulan maka untuk meraih kesuksesan kita butuh kerja keras, bahkan kita perlu mengorbankan bagian diri kita agar melangkah lebih jauh. 

Sayangnya kalimat motivasi di atas hanyalah sekadar kata belaka, tidak semua hal bisa dianalogikan.


Motivator goblok! pendusta!


Jutaan orang mengikuti seminar untuk mengembangkan diri, kepercayaan diri, semangat, motivasi, mereka lalu kembali dan tak menjadi apa-apa.

ada yang pulang ke rumah, bekerja keras lalu tetap menjadi pecundang

ada yang pergi ke kantor, ia berusaha keras dan tetap menjadi pecundang

ada yang tidak pulang-pulang lalu berhura-hura tentunya dia seorang pecundang

tidak ada yang pulang ke rumah, bermimpi, lalu menjadi seorang pemenang?


Ketika seseorang lahir, mereka tidak dikenal sebagai laki-laki atau perempuan, melainkan seorang pemenang atau pecundang. Dalam hidup, kedua hal tersebut harus ada kawan, rasionya pun 1:100. bukan, tidak sesedikit  itu, bahkan mungkin 1:1.000.000 keren bukan? seorang taipan memiliki 1.000.000 karyawan yang bisa ia perintah sesukanya.


Apa mungkin ada pohon mangga yang memang tidak ingin berbuah? ia lebih senang dengan menjadi rindang yang dapat membuat orang teduh karenanya?

Apa mungkin ada ulat yang tak berniat menjadi kupu-kupu yang indah, karena pikirnya ulat jauh lebih enak dan tak membuang tenaga?

Apa mungkin ada ulat yang memang tak berniat menjadi kupu-kupu yang beterbangan, karena tetap menjadi ulat itu asik karena tak akan menjadi tumbuh dewasa?


Tapi, apakah pohon mangga yang tidak berbuah itu lebih banyak dari yang berbuah? berarti rasio pohon mangga yang sukses daripada yang gagal 1.000.000:1 ?

Apa benar ulat yang berkembang jadi kupu-kupu lebih sedikit daripada yang gagal keluar dari kepompongnya?

Apakah manusia yang berhasil tumbuh dewasa itu manusia yang gagal?


Motivator tidak pendusta!

Motivator tidak goblok!

(nb: tidak pendusta belum tentu berarti jujur, tidak goblok bukan berarti pintar. Sebagaimana tidak kurus bukan berarti gendut tapi bisa berotot, berisi, gemuk dll)

Barangkali sukses dan gagal itu hanyalah bayangan semu

mungkin istilah pecundang dan pemenang itu hanyalah akal-akalan orang tua saja


Mengapa ada orang yang berhasil?

sepertinya motivator tidak sepenuhnya bohong, apalah arti rasio itu, sukses: gagal = 1:1000.000 dan pecundang : pemenang adalah 1 banding sejuta.

Hei, pemenang dan pecundang itu tidak ada kawan, tidak ada yang namanya kalah atau menang.

Pohon mangga yang berbuah dinilai berhasil karena hasrat manusia yang ingin memakan buahnya.

kupu-kupu dipandang indah karena sebagian besar manusia menyukai hal yang indah dipandang.

Bisa jadi pohon atau ulat tersebut tidak menghendaki untuk berbuah atau bertumbuh, namun manusia lah yang ingin membuatnya seperti itu

Bisa jadi manusia yang sudah berkembang dan menyayat dirinya itu tidak menginginkan berbuah, dirinya hanya ingin menjadi rindang di sekitar orang lain. 

Mungkin saja manusia yang telah tumbuh rindang tidak perlu berbuah dan telah mencapai tujuan hidupnya.

Boleh saja manusia tak menyadari bahwa ia telah rindang den meneduhkan, tapi dituntut berbuah.

Bisa jadi manusia tidak ingin menjadi kepompong dan tetap ingin menjadi bangsa ulat yang terus bergeliat di tanah.

Kesuksesan dan kegagalan itu hanyalah tolak ukur yang dibuat manusia, sedangkan gagal dan sukses tak lebih dari sekedar kata adjektif belaka.

Saya yakin, ketika seseorang dilahirkan, ia tidak dipandang sebagai entitas yang disebut laki-laki atau perempuan, bukan juga seorang pemenang atau pecundang. Namun ia dipandang sebagai seorang "manusia"


AKR, 3 Maret 2022

Makassar




Kamis, 02 Desember 2021

Gadis Jeruk (Review Buku)

Judul : Gadis Jeruk
Tebal : 119 Halaman
Author : Jostein Gaarder

"Aku tidak ada keberatan apa pun soal makeup mata dan lipstik. Akan tetapi, kenyataannya kita ini hidup di sebuah planet di ruang angkasa. Bagiku itu adalah pemikiran yang luar biasa. Sekadar memikirkan keberadaan ruang angkasa saja sudah membuat pikiran takjub. Tapi ada anak-anak perempuan yang tidak bisa melihat alam semesta lantaran eyeliner. Dan barangkali ada anak-anak laki yang matanya tak pernah melebihi cakrawala lantaran sepak bola. Mungkin ada jurang yang lebar antara sebuah kaca rias kecil dan kaca teleskop biasa! Kupikir itulah yang disebut orang sebagai “masalah perspektif”. Barangkali itu pun bisa disebut sebagai sebuah “pencerahan pandangan”. Tidak pernah terlalu terlambat untuk mengalami “pencerahan pandangan”. Tapi banyak orang menjalani seluruh hidup mereka tanpa menyadari bahwa mereka mengapung di dalam ruang hampa. Terlalu banyak hal yang terjadi di bawah sini. Memikirkan penampilan saja sudah cukup sulit"

-Jan Olaf

Gambar 1.1 Sampul Buku Gadis Jeruk dari App iPusnas

Tipikal novel ala Jostein Gaarder, mengejewantahkan filsafat dalam bentuk ringkas namun lugas. Setelah membaca bukunya tentunya mengarahkan kita pada pertanyaan agar memahami diri sendiri, kemudian dunia ini. Sejujurnya kita telah mengambang belasan milyar tahun di dunia ini, dan hidupnya kita di bumi tak lebih dari sekadar mengucapkan perpisahan dengan seluruh alam semesta. Buku ini penuh pengetahuan, membuat kita sadar pentingnya pandangan kita kepada dunia, sadarnya kita kepada teknologi. 

Buku tersebut sebagian besar bercerita tentang deduksi yang kurang akurat, mungkin lebih tepatnya praduga remaja labil yang sering asal menyimpulkan kebiasaan seorang perempuan yang disukainya lantaran begitu banyak kebetulan yang terjadi untuk mempertemukan dua karakter di dalamnya. Satu lagi ciri khas yang biasa dilakukan oleh penulis asal Norwegia tersebut, yaitu adanya pesan yang disampaikan, yakni lewat surat menyurat. Pada akhirnya suatu pesan akan sampai ke penerimanya, baik itu besok, minggu setelahnya, tahun setelahnya, atau beberapa dekade setelahnya. Pesan-pesan yang ingin disampaikan selalu sarat akan renungan-renungan kehidupan, kita hanya hidup sekali, kita hidup agar memastikan dongeng akan berakhir.

Buku ini bisa dikatakan dongeng romansa dan sains. Bagaimana penulis menguubungkan arti kehidupan, cinta, dan mata semesta. Kita akan dibuat terpana bagaimana sesuatu yang kebetulan itu terjadi, kita semua adalah bagian dari hal-hal detil yang terjadi, kita semua adalah pemeran utama. Satu pesan eksplisit yang selalu disampaikan oleh penulis dalam buku ini selalu mengingatkan kita kepada almarhum So Hok Gie, salah satu penulis dan aktivis Indonesia dengan pernyataannya berupa "Nasib terbaik ialah tak pernah dilahirkan, kemudian mati muda, dan yang tersial ialah berumur tua". Ada korelasi antara mengerti mengenai cinta, kehidupan, umur kita selama memgambang di alam semesta ini. Bagaimana kemudian kita meninggalkan bumi ini, orang kita cintai, bulan yang menggantung rendah di langit, bintang yang berkerlap-kelip, ketika sebelumnya kita dianugerahi oleh bumi dan seluruh isinya, lalu meninggalkannya bersama semua yang kita cintai. Yakin bahwa setiap hal kecil dalam hidupmu akan memengaruhi eksistensi bernama kamu di masa depanmu. 

Overall pendapat saya mengenai buku ini cukup bagus, terkadang membuat pembaca menyunggihkan senyuman atas keromantisan karakter dongeng dalam surat, dan tentunya alur cerita yang membuat lenasaran dari awal dibacanya buku tersebut hingga selesai. Bagi kalian para book lovers saya yakin kalian dapat menamati buku ini tak lebih dari 3 hari. Untuk ratingnya saya menilai buku ini 7/10. Sekian review dari saya kurang dan kurangnya mohon dimaafkan.

Salam Goresan Amatir
AKR
Makassar, 2 Desember 2021

Senin, 08 November 2021

Bone |Sulawesi Selatan|

Berada di barat daya Sulawesi Selatan, tanah membentang luas, padi dan jagung di sepanjang jalan. Langitnya tak akan secerah di kota, sebaliknya awannya tak akan semendung di Praja. Bumi itulah kota kelahiran pahlawan Bone yakni Arung Palakka, yang kebanyakan orang mengecapnya pengkhianat.

Anda hanya tak tahu, alasan mengapa ia berkhianat. Dulunya ia sama seperti kita, seorang manusia yang mencintai sesama manusia. Namun rasa cintanya yang tumbuh berlebihan membuatnya membunuh manusia, menghancurkan Kerajaan Gowa. Ia bersekutu dengan Belanda di jaman kolonial. Raja Arung Palakka, rasa tanggungjawabnya,  rasa cintanya kepada wa ogi, terhadap rakyatnya usai kekalahannya dalam sejarah perang daerah di masa itu. Selama dapat menaklukkan, tak perduli jika bantuan tersebut dari Belanda, cara apapun akan dilakukan. Na'asnya ia hanya tak tahu rasa dendamnya akan melahap dirinya sendiri dan bermuara menjadi penjajahan Indonesia.

Bone kampungnya orang bugis, sekarang telah menjadi kota, namun penduduknya tak pernah berubah. Orang-orang yang sangat ramah, sopan kepada siapapun yang datang, apalagi tamunya ialah orang bugis yang sudah lama merantau, orang bugis tak pernah melupakan perantaunya, sebaliknya perantau bugis tak pernah melupakan kampung halamannya. Indahnya hamparan sawah, menjadi satu dari sekian alasan mengapa orang bugis rindu kampung halaman.

Seorang professor, wakil presiden, orang bijaksana, banyak dari mereka yang berasal dari Bone. Jikalau ingin ke luar negeri pun bisa ke Bone, kita bisa ke China, U.S.A, dan Spanyola. Bahagiamu yang tak kau temukan di kota bisa kau temukan disini. Rasa bangga, rasa malu yang menjadikanmu hidup di bumi pun ada disini. Tanahnya Arung Palakka, seorang pahlawan yang dicurangi oleh buku pelajaran sejarah, dianggap sebagai pengkhianat, dan pemecah belah nusantara. Kawanku, ia hanya manusia normal ingin membela kerajaannya. 

Nafsu ujung balas dendam itu, hanya niat jahatnya yang dicatat sejarah.

Gambar B(one).1 Pesisir Batu Cempalagi

Sedikit cerita tentang Arung Palakka, yang bagimu mungkin bukan pahlawan. pada Tahun 1660-1663 Arung Palakka bertolak ke Buton. Sebelum berangkat ke Buton, Arung Palakka membuat singkeru pohon yang kini membatu, berbentuk simpul. Dari gua itu Arung Palakka turun ke pesisir Batu Cempalagi. Di tempat itu ia menghentakkan kaki (Mattudu) dengan kencang sembari bersumpah akan kembali membawa kemenangan untuk rakyat Bugis.

Hingga saat ini monumen itu masih abadi dan terus abadi di sebuah tanah yang disebut rumah oleh orang Bugis, di Kabupaten Bone.

Gambar B(one).2 Hentakan Kaki Arung Palakka

Mungkin, Tuhan menciptakan tanah Bone agar kelak orang-orang belajar bahwa dendam membunuhmu, hawa nafsu membuatmu menjadi abu. Kesalahan besar ialah pelajaran yang tidak boleh diulang. Maha kuasa ingin kita menanam kebaikan dan menuai kebaikan di ladang kehidupan. Percayalah bahwa di setiap sudut tanah Bone merupakan tempat yang indah, setiap nafas yang kau hembuskan semua tak sama disini, setiap jejak yang kau tinggalkan merupakan kehormatan bagi mereka, Tempat merasakan hangatnya rumah dan mengembalikan memoar lama. Ah iya, bagi yang ingin mengunjungi situs bersejarah ini, sila menuju pesisir Batu Cempalagi, Bone. Terakhir, izinkan aku bernyanyi untukmu lagu Bone yang bukan buatan orang Bone, I want you to Bone--  sekian dan terima kasih

Makassar, 9 November 2021
Salam Goresan Amatir
AKR

Senin, 05 Juli 2021

Masagena

Ia bersalah

Ia dimarahi

Dibilang bebal

Aku kasihan

 

Lalu ia dimarahi lagi

Tak bisa diandalkan

Aku tersadar ia disayang

Aku kasihan