GORESAN SEORANG AMATIR

Senin, 08 November 2021

Bone |Sulawesi Selatan|

Berada di barat daya Sulawesi Selatan, tanah membentang luas, padi dan jagung di sepanjang jalan. Langitnya tak akan secerah di kota, sebaliknya awannya tak akan semendung di Praja. Bumi itulah kota kelahiran pahlawan Bone yakni Arung Palakka, yang kebanyakan orang mengecapnya pengkhianat.

Anda hanya tak tahu, alasan mengapa ia berkhianat. Dulunya ia sama seperti kita, seorang manusia yang mencintai sesama manusia. Namun rasa cintanya yang tumbuh berlebihan membuatnya membunuh manusia, menghancurkan Kerajaan Gowa. Ia bersekutu dengan Belanda di jaman kolonial. Raja Arung Palakka, rasa tanggungjawabnya,  rasa cintanya kepada wa ogi, terhadap rakyatnya usai kekalahannya dalam sejarah perang daerah di masa itu. Selama dapat menaklukkan, tak perduli jika bantuan tersebut dari Belanda, cara apapun akan dilakukan. Na'asnya ia hanya tak tahu rasa dendamnya akan melahap dirinya sendiri dan bermuara menjadi penjajahan Indonesia.

Bone kampungnya orang bugis, sekarang telah menjadi kota, namun penduduknya tak pernah berubah. Orang-orang yang sangat ramah, sopan kepada siapapun yang datang, apalagi tamunya ialah orang bugis yang sudah lama merantau, orang bugis tak pernah melupakan perantaunya, sebaliknya perantau bugis tak pernah melupakan kampung halamannya. Indahnya hamparan sawah, menjadi satu dari sekian alasan mengapa orang bugis rindu kampung halaman.

Seorang professor, wakil presiden, orang bijaksana, banyak dari mereka yang berasal dari Bone. Jikalau ingin ke luar negeri pun bisa ke Bone, kita bisa ke China, U.S.A, dan Spanyola. Bahagiamu yang tak kau temukan di kota bisa kau temukan disini. Rasa bangga, rasa malu yang menjadikanmu hidup di bumi pun ada disini. Tanahnya Arung Palakka, seorang pahlawan yang dicurangi oleh buku pelajaran sejarah, dianggap sebagai pengkhianat, dan pemecah belah nusantara. Kawanku, ia hanya manusia normal ingin membela kerajaannya. 

Nafsu ujung balas dendam itu, hanya niat jahatnya yang dicatat sejarah.

Gambar B(one).1 Pesisir Batu Cempalagi

Sedikit cerita tentang Arung Palakka, yang bagimu mungkin bukan pahlawan. pada Tahun 1660-1663 Arung Palakka bertolak ke Buton. Sebelum berangkat ke Buton, Arung Palakka membuat singkeru pohon yang kini membatu, berbentuk simpul. Dari gua itu Arung Palakka turun ke pesisir Batu Cempalagi. Di tempat itu ia menghentakkan kaki (Mattudu) dengan kencang sembari bersumpah akan kembali membawa kemenangan untuk rakyat Bugis.

Hingga saat ini monumen itu masih abadi dan terus abadi di sebuah tanah yang disebut rumah oleh orang Bugis, di Kabupaten Bone.

Gambar B(one).2 Hentakan Kaki Arung Palakka

Mungkin, Tuhan menciptakan tanah Bone agar kelak orang-orang belajar bahwa dendam membunuhmu, hawa nafsu membuatmu menjadi abu. Kesalahan besar ialah pelajaran yang tidak boleh diulang. Maha kuasa ingin kita menanam kebaikan dan menuai kebaikan di ladang kehidupan. Percayalah bahwa di setiap sudut tanah Bone merupakan tempat yang indah, setiap nafas yang kau hembuskan semua tak sama disini, setiap jejak yang kau tinggalkan merupakan kehormatan bagi mereka, Tempat merasakan hangatnya rumah dan mengembalikan memoar lama. Ah iya, bagi yang ingin mengunjungi situs bersejarah ini, sila menuju pesisir Batu Cempalagi, Bone. Terakhir, izinkan aku bernyanyi untukmu lagu Bone yang bukan buatan orang Bone, I want you to Bone--  sekian dan terima kasih

Makassar, 9 November 2021
Salam Goresan Amatir
AKR

0 komentar:

Posting Komentar