GORESAN SEORANG AMATIR

Temukan harmoni dalam dirimu

Semakin tumbuh umurnya seseorang, maka rasa ingin tahunya mulai berkurang.

Mengetahui lebih jauh tentang Entrepreneur Thinking

Cara menjadi entrepreneur adalah dengan menggunakan prinsip "be like monkey"

Perbanyaklah ilmu, kelak itu semua akan menolongmu

Segala disiplin ilmu yang ada di dunia pasti akan bermuara ke kondisi khusus

Jangan mudah putus asa

Bila dirimu lelah, ambil wudhu, lalu sholat lah. kapan lagi berbisik ke bumi tapi didengar oleh langit

Mengenal lebih jauh tentang penulis

Alief Karunia, seorang yang selalu bertanya tentang kebenaran dan keberadaan. apakah eksistensi kita sudah memberi manfaat pada dunia lugu ini?

Senin, 09 Maret 2020

Review Buku - Dunia Sophie


Review Buku – Dunia Sophie
Karya : Jostein Gaarder

Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran selama 3000 tahun, dia hidup tanpa memanfaatkan akalnya – Goethe

Inilah dia, Dunia Sophie. Novel setebal 800 halaman yang sangat tidak membosankan, membuat anda yang membacanya tidak akan merasakan kantuk sedikitpun karena selalu terbebani pertanyaan dan pemikiran yang memutarbalikkan akal, walau pikiran tidak akan pernah dilihat. Seorang filsuf sejati tidak akan pernah menemukan jawaban, dia hanya semakin tahu akan ketidaktahuannya. Filo sendiri berarti cinta dan sophia berarti kebijaksanaan yang berarti pecinta kebijaksanaan


                                             

Langsung saja di review yang akan saya ringkas secara singkat, awalnya saya mengira Dunia Sophie adalah sebuah cerita fantasy layaknya Harry Potter, Alice, dkk. Namun, sebagian besar novel ini adalah sebuah pelajaran filsafat haha. Ya. Sebuah pengantar filsafat lebih tepatnya. Namun dikemas dalam bentuk sebuah cerita, dongeng dan sedikit fantasy yang menggelitik. Pembaca akan diajak untuk berkeliling abad selama 3000 tahun. Dimulai dari abad 1500SM sampai abad ke 20 ini. Saya sendiri menjadi sadar dan lumayan suka terhadap filsafat (tapi bukan untuk dipelajari seumur hidup) hanya sebagai penunjuang ilmu. Karena filsafatlah bapak segala ilmu, filsafatlah yang mengasah kecerdikan dalam berpikir, filsafat lah ilmu dari pemikiran itu sendiri, filsafat lah yang membuat cara berpikir menjadi rasional dan sistematis.

Di awal, kita diperkenalkan dengan gadis 14 tahun bernama Sophie,  semua terasa biasa saja, sehingga ketika surat dilayangkan kepadanya, seluruh dunia secara drastis berubah. Gadis polos yang ingin serba tahu tersebut akhirnya memulai belajar filsafat yang berkembang selama 3000 tahun terakhir. Disini kita dibenturkan oleh banyak teori yang sangat masuk akal, science of racional, penolakan agama,  fase etika, esetetika, dan hal membelah kepala lainnya yang selalu diperdebatkan dalam setiap bab dalam buku. Semuanya terdengar masuk akal, mulai dari Parminedes yang menyatakan ada satu hal penyusun zat manusia, bahwa segala sesuatu itu kekal, dimana dia hanya lebih mengedepankan akal, ada juga teori Heraclitus yang mengatakan sesuatu itu mengalir,  tak ada yang persis sama,  dan dia lebih mengikuti naluri indrawi nya, Democritus sebagai orang pertama menyatakan teori Atom dengan nalar, tanpa menggunakan teknologi apapun dia bisa mendapatkannya, Socrates sang bapak besar perkembangan filsafat yang tak pernah menulis separagraf sekalipun, Plato yang menyatakan dunia ide, Aristoteles, John Locke, Hume, Immanuel Kant, tentang abad Renaisanans, Romantisme, hingga sekarang selalu ada teori yang mempertentangkan antara akal dan indra, ada juga yang meng-hybrid keduanya. Namun semua itu wajib dibaca demi dinamika pemikiran kita yang terus terasah di tiap ceritanya.

Mungkin pembaca hanya mengingat dengan jelas teori 3 bapak filsafat diawal, karena di tengah cerita kita sudah pusing dan melayang 1000 langit akan teori yang dijelaskan oleh sang mayor dan Alberto Knox hahah. Saya bukan anak yang pandai seperti Sophie yang selalu paham dengan perkataan Alberto, saya harus merenung dan terus merenung agar memahami kata-kata para filsuf sejati tersebut, cerita akan semakin seru ketika terlihat benang merah antara Sophie dan Hilde, kalian akan kaget bahwa sebenarnya Sophie adalah sebuah……. Rahasia lah, nanti gak seru kalau ditau jalan ceritanya heheh. *oh tidak, sebenarnya Sophie masuk ke dalam alam bawah sadarku dan melarangku.

Setelah membaca seluruh buku ini, saya seperti merasa telah menjalankan perjalanan ruang dimensi dan waktu, mungkin karena kita ikut terbawa oleh susasana cerita tentang filsafat, dan digabung dengan keadaan dongeng dan fantasy sehingga buku ini sangat asyik untuk dibaca.   akhir kata apa yang saya tahu setelah membaca Dunia Sophie?  Ya, yang saya tahu bahwa saya tidak mengetahui apa-apa. Mungkin itu lebih bijak.

Hanya ini saja yang bisa saya review, saya tidak bisa merangkum isi dari 800 halaman tersebut karena lebih baik mengandalkan empiris masing-masing dan akal masing-masing untuk merenungi hidup kita yang telah menelusup dengan nyaman ke dalam bulu kelinci dalam topi pesulap. Akhir kata.

Salam Literasi!
Liberte! Egalite! Fraternite!

AKR
Makassar, 10 Maret 2020

Note to Myself

Semua akan tiba pada masanya
kau akan menemui saat sibukmu
kau akan menemui masa sakitmu
kau akan menemui masa tuamu
kau akan menemui masa miskinmu
kau akan menemui saat mati mu

Barang siapa yang bisa mengenal alam
Maka ia bisa mengenal Tuhannya



Selasa, 03 Maret 2020

Review Buku - Deviant Love


Review Buku - Deviant Love
Karya : Sigmund Freud

Manusia lahir dengan cinta, bahkan lahir dari proses cinta. Begitupun kelak ketika mereka meninggal akan mati sebagai orang yang dicinta-i. Tapi, berbicara masalah cinta, ada yang berkata Cinta itu indah, cinta itu berbahaya, cinta adalah sesuatu yang tidak pernah kita bisa bayang sebelumnya. Namun, pada buku ini membahas terkait Deviant Love yang berarti cinta yang tak semestinya. Disini sang bapak pelopor psikoanalisis modern menggiring kita pada pandangan umum yang sangat sering dijumpai pada film film yang kita tonton, mungkin juga yang pernah anda temui. Terkait cinta yang abnormal, yang salah secara etik dan di luar norma yang berlaku di masayarakat. Bahkan tulisannya juga mengoyak perasaan saya yang pernah merenung bahwa cinta yang pernah ku khayalkan adalah cinta yang salah.



Disini Bapak Sigmund Freud tidak memberikan solusi terkait cinta yang tak semestinya tersebut, dia hanya menganalisa dan memberi tahu pengetahuan-pengetahuan yang ada. Kita terus dibuat bertanya-tanya dalam hati, tidak ada jawaban. Cuman bertambah pengetahuan, namun dari pengetahuan itu sendiri kembali pada diri kita masing-masing bagaimana kita menyikapinya sebijak mungkin. Hasilnya pun unik-unik dan mungkin salah satu dari pembaca adalah case yang pernah di tangani oleh bapak berkebangsaan jerman tersebut. Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang buku ini, dimohon untuk para pembaca yang masih suci atau dibawah umur agar tidak melanjutkan membaca, karena bisa mempengaruhi pikiran anda. Bahkan saya hampir semenit menganggap bahwa LGBT adalah hal yang lumrah, namun akan saya berikan juga pandangan saya tentang hal tersebut.

Pada awal buku kita dikisahkan terkait objek seksual dan dorongan seksual. Kita tahu bahwa objek seksual adalah orang yang ditargetkan untuk berhubungan lebih lanjut, dan dorongan seksual apa saja yang menjadi faktor mengapa seseorang ingin melancarkan aksinya tersebut. Seperti yang telah saya bilang di awal bahwa jenis cinta yang kita bahas disini adalah bentuk deviasi, yang jarang ditemui namun tidak menutup kemungkinan kedepannya kita akan bertemu dari salah satu mereka. Disini dijelaskan oleh bapak Sigmund Freud bahwa ada beberapa jenis yang menjadi tipe tertentu sebagai pilihan objek oleh lelaki, karena pada umumnya lelaki yang memangsa, dan perempuanlah yang dimangsa. Orang-orang yang kita jumpai mungkin sebagian ada yang memiliki kesenangan erotik. Terdapat kondisi cinta yang sulit dimengerti namun kita bisa bahas lebih lanjut sebagai berikut:

Tipe Pertama, di buku disematkan padanya yaitu tipe “orang ketiga yang mengganggu”. Ya, bukan seperti penikung yang kita kenal di Indonesia,  ada banyak sekali tipe yang seperti itu, mungkin karena pepatah terkenal yang mengatakan “sebeleum janur kuning melengkung”. Tapi, tipe yang kita bahas disini bukan tipe-tipe penikung yang umum dijumpai di sekitar teman kita, namun mereka orang-orang yang memiliki kesenangan erotis, ketika melihat sebuah objek seksual telah menjalin ikatan, ikatan yang sah secara hukum namun dia bersikukuh untuk mendapatkannya. Seorang wanita tidak akan mendapatkan daya tarik sama sekali, seihngga ia telah menjalin hubungan dengan pria lain, yang membuat objek(wanita) tersebut adalah objek seksual yang sangat menggairahkan. Jadi, beda antara palacci’/penikung di Indonesia. Di Indonesia penikung melakukan aksi atas landasan cinta sejati. Namun, pada kasus yang dibahas oleh buku tersebut adalah kondisi neurotis seseorang ketika dapat berhubungan dengan perempuan yg telah menjalin ikatan dengan orang lain.

Tipe kedua, kasus yang banyak dijumpai dibuku ini adalah cinta kepada perempuan yang identik dengan  pelacur, baik dari penampilan ataupun memang dari sananya pelacur, tidak jauh berbeda dengan tipe pertama, tujuannya adalah membuat lelaki lain iri ketika sang pelaku bersenggama dengan objek seksualnya. Lalu tipe ketiga adalah cinta yang lebih terasa bergairah dengan aturan-aturan yang kaku, lebih mengarah ke film 50shadesofgrey sih, jadi terdapat sebuah erotis yang berbeda setelah membuat sekian-sekian peraturan antara para pasangan sehingga membuat cintanya tidak normal dan ke arah perversi negatif.  Tipe ke empat adalah tipe dimana sang lelaki merasa dirinya sangat digantungkan oleh perempuannya, dimana kalau tidak ada sang lelaki maka perempuan akan merana dan terjatuh dalam lubang yang tidak ber norma. Laki-laki menjadi cenderung posesif dan mengawasi segala tingkah laku yang dilakukan objek seksual. Bahkan, dia merasa akan menjadi penyelamat ketika dia mengawasi sang perempuan alih-alih menjadi seorang penguntit.

Dari ke 4 jenis tersebut, apakah anda termasuk didalamnya? Dan apabila itu benar maka silahkan instropeksi diri anda masing-masing. Cinta yang anda miliki sejatinya bukanlah cinta yang sehat. Bahkan mungkin lebih tepatnya, menurut hemat saya, lebih baik tidak usah pacaran apalagi sampai melakukan hubungan seksual bersama pasangan. Dalam islam pun sejatinya dilarang berhubungan, apalagi berhubungan setelah merebut pasangan orang lain, hukunya RAJAM. 

Lalu, selanjutnya hal yang paling menarik saya baca disini adalah tentang bentuk cinta yang menyimpang, yaitu tentang homoseksualitas atau bisa kita sebut LBGT atau Inversi. Dalam hidup, saya selalu dihadapkan oleh banyak pelaku homo. Di kehidupan sehari-hari saya selalu saja ada kasus homo yang membekas di pikran saya, dan saya juga hampir menjadi korban atas perilaku tersebut. Saya bahkan heran mengapa ada orang yang bisa menjadi homo. Padahal kita sendiri tahu bahwa sebelum kita menjadi manusia kita adalah satu, namun dipisah menjadi dua jiwa yang berwujud laki-laki dan perempuan yang ditakdirkan untuk mencari satu sama lain dan bersatu kembali. Namun, ketika mendapatkan kasus seperti ini akan membuat kita akan melihat jijik kasus tersebut. Itu adalah hal yang wajar karena kasus tersebut sangatlah jarang dijumpai dengan mata kepala sendiri.

 Dijelaskan dalam buku bahwa pelaku inversi itu ada 3 jenis. Yang pertama adalah Invert Absolut, dimana objek seksual mereka hanyalah mereka yang memiliki jenis kelamin yang sama, bahkan ketika subjek tersebut dihadapkan oleh lawan jenis yang sangat maskulin/feminim, mereka tidak menunjukkan ekspresi ketertarikan sama sekali terhadap batinnya. Bahkan menolak untuk melakakukan hal-hal yang kita anggap tabu. Di analisa bahwa kasus seperti ini adalah sebuah penyakit, masalah keturunan gen, bahkan mungkin degenerasi neurotis. Ada juga hasil analisa tersebut bahwa ini adalah pembawaan yang sudah ada sejak kecil, yang bisa tumbuh akibat lingkungan dan pikirannya sendiri, lalu yang kedua adalah biseksualitas atau disebut invert amfigenus (hermafrodit psikoseksual), disini objek seksual nya bisa dua jenis kelamin berbeda, sehingga sangat sulit dibedakan apakah mereka tergolong orang normal pada umumnya atau tidak. Dan yang terakhir adalah orang yang bisa invert sesekali, adalah kondisi dimana seseorang tidak ada lagi kondisi seks yang normal untuk dilampiaskan, mereka memilih jenis kelamin yang sama sebagai objek seksual mereka. Pada kasus ini sering dijumpai orang-orang yang sudah tua, mereka berubah dari yang normal menjadi invert sesekali, atau mungkin atas pengalaman pahit yang terjadi ketika mereka melakukan hubungan seks normal.

Hal yang harus kita ketahui bahwa objek seksual pada jenis inversi ini adalah kebalikan dari orang normal, mereka mengalami berhenti tumbuh, pada kualitas tubuh dan pikiran lelaki, jadi ketika mereka beranjak dewasa mereka berpikir bahwa mereka adalah perempuan, dan mengidamkan sosok pria yang maskulin. Dari itu kita dapat menolak hipotesis bahwa LGBT adalah perempuan yang terjebak di dalam raga laki-laki. Mereka hanya terstimulus bahwa mereka adalah perempuan sejak dini sehingga menjadikan mereka seorang yang hemafrodit. Namun disamping itu banyak juga yang memiliki badan maskulin tapi tetap menjadi seorang Homoseksual, tapi dengan objek seksual yang berbeda, objek mereka adalah para lelaki yang memiliki kepribadian feminim seperti badan yang lemah, kurus, bahkan mental yang pemalu, sering menyendiri dan butuh bantuan ketika kesusahan adalah ciri dari cowok yang feminim yang diminati sebagai objek seksual kaum homo dengan berbadan maskulin tersebut. Maka dari fakta tersebut pun kita mendapatkan antitesis bahwa lelaki homo itu bukan jiwa perempuan yang terjebak dalam raga laki-laki.

Begitu tinjauan psikoanalisis yang dipaparkan dalam buku, terkait degenerasi, pembawaan, pembangkitan inversi, biseksualitas. Namun pada akhirnya kita dihadapkan pada satu kesimpulan bahwa hubungan tersebut sangatlah mungkin terjadi apabila terjadi ikatan kuat antara dorongan seksual dengan objek sekksual. Jadi langkah yang dapat kita ambil dalam menjauhi orang-orang dengan tipe sakit tersebut adalah dengan membuat jarak dengan pelaku seksual, jangan membuat mereka mimiliki dorongan seksual yang kuat terhadap kita.

Lalu menurut saya, apakah LGBT adalah sebuah hal yang lumrah? Menurutku tidak, mari kita berpikir hal yang paling fundamental, dimana Allah menciptakan dua pasangan yakni nabi Adam dan Hawa, dengan jenis kelamin yang berbeda, agar mereka kelak memiliki keturunan-keturunan yang saleh yang dapat menjadi khalifah di bumi. Semua hal diciptakan oleh Tuhan berpasang-pasangan, jadi kalau kita memilih untuk berpihak ke LGBT itu adalah sebuah kesalahan yang besar, kita melawan prinsip dasar yang sudah ditetapkan Tuhan. pikirkan baik-baik terhadap diri anda, itu bukan sebuah toleransi dalam berpikir, itu adalah naluri anda yang sudah tidak tajam lagi karena telah banyak terkikis oleh paham liberalis dari barat. Sekali lagi ingat, kecenderungan tidak sadar menuju inversi (homoseksual) tidak pernah ada.

Di bab lain juga dijelaskan penyimpangan seksual, dikenalkan kepada kita tentang seks dengan manusia yang belum matang ( anak kecil), dengan hewan, kesalahan anatomi (seks menggunakan bagian tubuh selain genital dan sekaput lendir) hubungan sadisme dan masokis, fetisis, seksual temporer, pelanggaran anatomi tubuh dalam seks. semua dijelaskan secara rinci tentang seks tersebut dan kepuasan dari masing-masing jenis perversi tersebut. Secara pengamatan umum kebanyakan dokter pemula juga mendiagnosa itu adalah degenerasi namun tidak. semua itu murni akan terjadi bila ada kesempatan, tidak hanya itu, karena ada juga dorongan seksual yang kuat. Dorongan seksual tersebutlah yang dapat mengalahkan rasa jijik dan rasa malu manusia itu sendiri. Begitu banyak kebetulan yang terjadi yang ditemukan sebagai asal usul perilaku perversi tersebut yang dijelaskan dalam buku, seperti predisposisi konstitional yang jadi bahan analisa pasien Sigmund Freud, dimana perilaku menyimpang tersebut adalah sebuah turunan. Tidak semua sifat predisposisi bersifat kuat, namun ada juga yang menjadi bawaan tapi terstimulus oleh pengalaman pengalaman dan pengetahuan seiring berkembangnya sebuah pribadi. Jadi, apabila  kita menjadi sebuah objek seksual tanpa menyadarinya. Kita harus cerdas dalam bertindak dan menganalisa orang-orang yang mengidap penyimpangan tersebut. Apakah anada seorang eksibisionis?  Psikoneurotis?  Masokis?  Kalau mau tau lbih rinci anda mungkin sebaiknya baca buku ini.

Ada lagi yang menarik disini,  tentang tabu keperawanan.  Mungkin berbanding terbalik dengan kita yang orang timur bahwa keperawanan adalah hal yang didambakan seorang lelaki, namun dari sudut pandang orang barat bahwa keperawanan dalam pernikahan adalah hal yang tabu. Bahkan ada kisah yang diceritakan dalam buku tersebut tentang seorang anak petani yang mencintai seorang wanita,  namun dia membuat asumsi bahwa wanita itu adalah "pelacur yang liar" sehingga ia membiarkan wanita itu menikahi seorang pria, agar sifat mematikan itu berubah menjadi halus,  dan berpengalaman setelah talak dan menjadi janda. Lalu si anak petani tersebut menikahinya.  Mengapa keperawanan dianggap tabu,  kalau kita meninjau dari segi orang primitif,  laki-laki cenderung melambangkan sesuatu yang ditemui dengan dewa dan alam. Ketika malam pertama seorang lelaki melakukan coitus dengan pasangannya maka akan keluar darah dan itu membuat pihak lelaki khawatir san cenas luar biasa,  mereka belum mengenal konsep keperawanan. Yang mengira itu semua berhubungan dengan spiritual dewa. Sehingga pada budaya barat lama,  terdaoat ritual perusakan terhadap perempuan pra nikah.  Wanita tua ditugaskan untuk merobek dan merusak selaput darah,  agar tidak terjadinya hal yg diinginkan di malam pertama pengantin melakukan coitus. Walaupun tidak ada jaminan bahwa pihak perempuan pastinya tidak akan mengalami frigiditas.

Namun, yang saya sayangkan disini ternyata apabila tidak ada wanita tua yang melakukan perusakan terhadap keperwanan perempuan,  maka ada seorang laki-laki yang memiliki tugas secara budaya untuk merusak perempuan. Jadi calon perempuan yang dinikahi itu sudah dikotori duluan oleh pria lain. Dan itu adalah bagian dari spritual dan dianggap lazim. Terjelaskan di bab ini bahwa nafsu seks perempuan sangatlah tinggi,  begitu banyak kisah tentang laki-laki tidak dapat memuaskan hasrat perempuan untuk mencapai frigiditas. Bentuk firigiditas tertinggi ialah ketika perempuan memeluk pasangan laki-laki dan menekan kearah dirinya ketika mencapai puncak, sembari memberi nafas yang terengah engah sebagai ucapan terima kasih pihak perempuan kepada lelaki.

Dijelaskan juga bahwa perempuan hanyalah membuat pihak pria menjadi lemah,  sehingga jaman dulu tidak ada pergaulan bebas,  setiap tempat adalah bahaya. Semua orang saling berkegantungan, tingaal bersama adalah pilihan yang tepat untuk meningkatkan kepastian jaminan hidup.  Sehingga jikalau hidup sendiri hanya meningkatkan resiki mati konyol. Bahkan hidup antara kaum adam dan hawa pun terpisah. Kaum hawa cenderung bergaul satu sama lain dan memiliki pembendaharaan kata sendiri,  dan memiliki tempat tinggal sendjri.  Jadi dalam adanya hubungan seksual di jaman primitif adalah hal yang tabu, dan membuat pihak laki laki menjadi tak berdaya di hari selanjutnya.

Ada juga tinjauan psikoanalisis awal mula terjadinya cinta sejak dini. Cinta pertama seorang anak laki-laki itu kepada ibunya,  yang membuat arah libido nya ke arah normal.  Sifat kasih sayang itu bersifat tunggal karena ibu cuma bisa satu, kita tidak mungkin dilahirkanoleh dua ibu yang berbeda. Juga peristiwa dilahirkan tidak bisa terulang. Maka dari itu sifat kasih sayang turun untuk mencari ibu yg baru sebagai subtitusi ibu,  namun bukan berarti harus mencari sama seperti ibu sendiri. Bukan seperti kasus Oedipal

Sedangkan untuk perempuan, cinta pertama tentunya kepada ibu, karenadia yang memandikan, menyayangi, menasihati, melarang. Namun itu untuk fase pra Oedipal, namun berlangsung untuk jangka waktu yang tidak begitu lama. Setelah fase pra oedipal maka arah libidonya berubah dan mencintai sang ayah,  akibat dari kastrasi yg membuatnya sadar dan membentuk feminitas. Lalu sang perempuan akan mencari sosok pengganti yg mirip ayah.

Hal yang membuat wanita memiliki transisi dari ibu ke ayah karena kasih sayang itu sendiri,  dan kastrasi. Terdapat ambivalensi emosional,  dimana terdapat kasih sayang yang kuat,  larangan yang kuat,  sehingga membuat ikatan cinta yang kuat akibat dari rasa sayang dan benci itu sendiri. Tinjauan psikoanalisis menjelaskan bahwa,  efek godaan,  elemen lain,  perilaku mendorong dan menghambat dari orang tua dan sebagainya dapat memicu suatu percepatan dan pematangan dari perkembangan seksual anak

Sebenarnya masih banyak lagi yang menarik dibahas dibuku ini, namun sayang nya bahasa yang digunakan oleh penulis adalah bahasa yang umumnya asing, dan tidak seperti puisi. Jauh dari kata estetika buat kita yang berlatar belakang pendidikan selain psikologi dan psikiatri. Ada juga tentang seksualitas perempuan namun lebih baik jadi pengetahuan pembaca saja hahah. Lebih baik tidak usah direview, Tingkat urgensi untuk membaca buku ini juga tidak terlalu urgent, lebih baik anda para pembaca review ku ini mempermantap ilmu agama dan yang lain saja daripada mempelajari psikoanalisis buku tersebut. Namun rating dari buku ini luar biasa fantastis, saya belajar banyak walau terkadang mmenggoyahkan iman saya hahah. 

Sekian dari saya, kurang dan kurangnya mohon dimaafkan, SALAM GORESAN AMATIR

Makassar, 4 Maret 2020


Senin, 02 Maret 2020

Review Buku - Bilang Begini Maksudnya Begitu

Bilang Begini Maksudnya Begitu
Karya : Sapardi Joko Damono

Tersering, ketika kita membaca seuntai sajak dalam buku kumpulan puisi atau antologi sastra. Masih banyak makna yang terkandung di dalamnya yang tidak kita ketahui. Apa yang tertulis dalam larik sajak belum tentu memiliki makna yang sama. Sajak selalu dipenuhi metafora, personifikasi, konvensi, simile dan majas-majas lainnya sehingga sukar bagi kita menafsirkannya, walaupun terkadang banyak yang suka karena seperti tantangan buat kita yang fakir Ilmu ini. Buku ini adalah karya Pujangga senior kita, bapak Sapardi Joko Damono, yang terkenal akan puisinya berjudul “Aku ingin mencintaimu dengan Sederhana”. Konon, puisi adalah mahkota bahasa. Namun,  sebelum kita lanjut tulisan ini, pastikan  anda sudah memiliki SIP (Surat Izin Berpuisi).

Saya tersadar bahwa apa yang tertulis di atas kertas itu akan menjadi abadi.
Saya tersadar bahwa kata yang ada bisa menjelma menjadi apa saja
Saya tersadar bahwa cerita dan puisi hampir sama
Saya tersadar bahwa berita dan cerita beda dalam keawetannya
Saya tersadar bahwa puisi itu juga bergerak mengikuti perubahan zaman
Saya menyadari, bahwa semua yang aku sadari hanyalah fiksi

Memang cocok bapak Sapardi ini menyandang gelar sebagai bapak puisi Indonesia, siapa yang tidak kenal beliau, bahkan dalam bukunya pun berkali-kali membuat saya terpukau akan gaya bahasa dan tulisannya. Seorang sastrawan ulung yang dapat disejajarkan dengan Goenawan Muhammad, Bachtiar, Chairil Anwar dan penyair lainnya.

                                                          

Di awal buku dikisahkan tentang sebuah puisi, tentang kronologi seorang pekerja yang memiliki kehidupan ironi. Dijelaskan bahwa ada perbedaan paling penting antara puisi dan berita. Keduanya memang sama-sama ditulis di atas kertas. Namun berita cenderung cepat basi dan membosankan, karena ditulis secara lugas dan singkat. Dan haram hukumnya melakukan pengulangan kata/bait dalam teks yang utuh. Sedangkan pada cerita, sajak, dan kesusastraan lainnya itu cenderung awet, karena gaya penulisannya yang semau penyair menjadikan berapa larik, kata-kata yang tak klise, dan kebanyakan kalimat yang mengandung multitafsir bahkan tidak bisa ditafsirkan.

Dalam buku terebut kita diajari berbagai macam karakteristik puisi, mulai dari sonata, syair, gurindam , balada, mantra, dongeng, dan tembang jawa. Namun, yang paling pentung dari itu semua adalah bagaimana kita memahami apa yang dimaksud oleh penyair dalam menampilkan sajaknya secara harfiah. Gerimis yang tertulis dalam sajak belum tentu berarti hujan, baja yang ditulis oleh penyair belum tentu berarti besi. Disini lah kita belajar memahami, masuk ke dalam alam pikiran seorang penyair. Bagaimana bisa penyair memiliki khayalan, pengetahuan, dan pengalaman yang begitu luas sehingga terciptanya permainan kata-kata dalam bahasa.

Sebelum berkenalan lebih dalam bersama sajak, hanya terdapat dua jenis sajak, sajak pertama ialah sajak yang memiliki makna tersirat, yang pastinya meninggalkan jejak di pikiran kita, membuat kita bertanya-tanya apa gerangan arti sajak ini? Orang gila yang bikin ini sajak hahah. Namun dibalik itu semua terdapat sebuah konvensi, ya seperti kata ambigu, yang sebagian orang tahu, bahkan orang yang tahu hanya orang yang hidup di masa lalu, jadi bahasa yang digunakan lebih arkais. Jadinya bahasa itu adalah masa kini (di masa itu), puisi dengan banyak makna tersirat itu lebih identik dengan puisi jadul atau puisi lama. Kita bisa menyebutnya dengan puisi prismatik. Mengapa disebut prismatik, karena ketika sebuah prisma dihadapkan cahaya akan membiaskan warna-warna yang baru, yang berartikan bahwa puisi tersebut bisa multitafsir sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan pembacanya.

Sajak jenis kedua adalah sajak lah sajak ang tersurat, sangat lugas dan tidak banyak pesan yang bertele -tele, kita lebih mudah memahami amanat yang ingin disampaikan penyair oleh para pembaca. Kita bisa menyebut puisi ini adalah jenis seni puisi modern, sudah sangat banyak penyair yang disukai di masa milenial kini, seperti Fiersa, Wiranagara, Mesin Ketik, Penagenic, Susyillona, Adimasnuel, Andi Gunawan, dan banyak lainnya yang sedang mencapai masa keemasannya dengan bantuan social media tentunya. Bapak Sapardi menamakan sajak modern dengan sebutan sajak transparan, karena isi dari puisinya akan terlihat dan tersampaikan langsung, tanpa banyak pengetahuan dan pengalaman kita bisa mengerti makna dan amanat yang disampaikan oleh penyair

Memang puisi itu selalu dipenuhi dengan yang tersirat dan tersurat, seperti dua buah koin. Tidak dapat dipsahkan namun dapat dibedakan. Puisi prismatik dan Puisi transparan. Bahkan setelah membaca buku ini saya merasa minder dengan apa yang telah kutulis, karena bahasa yang biasa kugunakan terlalu klise dan lebih cenderung ke arah puisi modern. Namun sebenarnya buku ini adalah buku apresiasi puisi, tidak ada sastra yang jelek, semua puisi dan bahasa akan berkembang sesuai dinamika yang ada. Namun lazimnya memang puisi lebih baik ditulis dengan bahasa yang tak klise dan memiliki multitafsir agar keindahannya tetap utuh hingga ke masa mendatang.

Akhir kata saya ingin mengutip puisi yang telah saya baca, dan lumayan menarik dan beramanat buat para pembaca blog ku. Puisi yang saya kutip ada dua, yaitu puisi transparan dan puisi prismatik. Pertama mari kita lihat sajak rumi, seorang sufi, dari zaman klasik Parsi :

Seorang Darwis mengetuk pintu
Mengeimis roti kering
Atau roti basah- apa sajalah

“ini bukan pabrik roti,” kata si empunya rumah.
“kalau begitu daging urat saja bolehlah.”
“apa rumahku ini seperti rumah jagal?”
“kalau sejumput tepung saja boleh?”
“apa kau dengar suara mesin giling tepung?”
“setetes air?”
“ini bukan sumber air, tahu!”

Apa pun yang dimintai darwis
Orang itu mengolok-oloknya
Dan tak sudi memberi apapun

Akhirnya darwis itu pun nyelonong masuk,
Membuka jubahnya, lalu jongkok
Seperti mau berak.

“hei, ngapain lu?”

“tenang, bung tempat yang kosong ini cocok untuk buang air besar,
Dan karena tak ada seorang pun yang menghuninya,
Dan juga tak ada tanda kehidupan
Ia perlu disuburkan”

Itu sepenggal sajak dari bukunya, apakah tersebut sajak lama atau modern? Sonata, prosa liris, ataukah gurindam? Apa maknanya? Silahkan menerka dengan komentar dibawah. Yang benar dapat….. rahasia

Sebenarnya masih banyaksajak menarik lainnya yang sudah diluar akal namun bisa dijelaskan oleh bapak Sapardi dengan metode perlambangan, konvensi, dan tools lainnya. Semuanya menakjubkan dan di luar nalar biasa. Dijamin anda akan menyintas waktu bersama penyair-penyair di buku tersebut. 

Mungkin itu saja dari saya, mohon maaf atas review singkat dan kurang berfaedah ini. Salam Goresan Amatir Indonesia


Makassar, 2 Maret 2020

Minggu, 02 Februari 2020

Cara menyapa pagi


Langkah pertama, sibakkan selimut sambil baca doa bangun tidur

Langkah kedua, turun dari ranjang sambil membisikkan "aku harus bangun sebelum rezeki dipatuk ayam"

Langkah ketiga, buka jendela selebar mungkin sambil teriak "SELAMAT PAGI, DUNIAAA"

Langkah keempat, rentangkan tangan sambil berucap, "akan kurangkul semua harapan yang ada depan mata"

Langkah kelima, pejamkan mata, nikmati embusan udara pagi sambil berucap, "Aaaah.... pagi yang indah. Pagi ini saya harus fit!"

jangan lakukan langkah keenam, pejamkan mata lalu mengucap "aahh, masi pagi, bobo lagi yuk"

dan jangan lupa sholat subuh yaa

Gambar hanya peAlief, eh *pemanis maksudnya



Dikutip dari buku "Lontara Rindu"
Makassar, 2 Februari 2020

Kamis, 09 Januari 2020

Takalar-Makassar

Assalamualaikum agang-agang yang mungkin sekarang memiliki nasib yg hampir serupa denganku.

Di kesempatan yang sempit ini saya hanya mau berbagi info yang mungkin suatu saat nanti kalian rasakan. Terkait moda transportasi antar daerah, yaitu takalar-gowa-makassar. Semoga kalian yang bingung dan mencari info menemukan jawaban di blog saya ini.

Mari saja kita menelusup langsung ke intinya. Bahwa buat kalian yang ingin pergi ke makassar dari takalar, anda bisa mencari pete2 di sekitar tugu jagung takalar. Disana sudah banyak pete2 yang stand by, singgah untuk menunggu kita yg akan berangkat ke Makassar. Bahkan di jalan poros takalar sekitar kantor dprd, anda juga dapat menemukan banyak pete2 yang lewat untuk pergi ke makassar. Tarifnya sendiri adalah 15.000 yang paling mahal. Jangan mau ditipu, karrna harga 15.000 lah patokan harga termahal jikalau kita turun ke kota makassar.


Terima kasih, saya hanya berbagi informasi, salam literasi

Selasa, 07 Januari 2020

LANGKAH-LANGKAH MENULIS PUISI

Langkah pertama:
Duduklah.

Langkah kedua:
Duduklah dengan tenang.

Langkah ketiga:
Duduklah dengan tenang di atas batu.

Langkah keempat:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu.

Langkah kelima:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu sambil membaca.

Langkah keenam:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu sambil membaca.
Pramoedya Ananta Toer “Hidup sungguh sederhana. Yang hebat hanya tafsirannya.”


Joko Pinurbo, 2017