Judul : Jalan Sederhana Bunda Teresa
Tebal : 140 Halaman
Author : Lucinda Vardey
“Mencintailah
hingga terluka, dan jika cinta melukai, kamu akan menjadi lebih baik karenanya”
- Bunda Teresa
Membahagiakan dan menolong banyak orang adalah hal yang terpuji untuk dilakukan. Dan Bunda Teresa, adalah seorang yang ditakdirkan untuk melakukan hal tersebut sepanjang hidupnya.
Sang Bunga Kecil Yesus, itulah makna dari nama lengkapnya Teresa Lisieux tepat setelah mengucapkan kaulnya sebagai Suster Loreto pada 24 Mei 1934. Bernama asli Agnes Gonxha Bojaxhiu lahir di Albania pada tanggal 26 Agustus 1910 mendapatkan panggilan dalam panggilan untuk melayani yang miskin dari yang termiskin. Ia menghabiskan hidupnya hanya untuk membantu orang miskin, orang menderita penyakit cacat, kusta, AIDS, dan penyakit lainnya yang memupuskan asa untuk melanjutkan hidup.
Bunda Teresa mendirikan Misionaris Cinta Kasih
di Calcutta, India. Wanita paling berpengaruh di dunia tersebut mendirikan
berbagai sarana dan bangunan untuk berbagai aktivitas seperti Shisu Bavan,
Nirmala Hriday yang menampung ratusan anak-anak terlantar dan berpenyakit juga orang
dewasa yang kehilangan arah, pecandu obat, mantan pelacur dan alkoholistik yang
mungkin umur hidupnya tidak lama lagi bahkan memberi mereka pekerjaan. Bunda
Teresa menerima mereka semua dengan lapang dada tak peduli latar belakang
mereka, agama mereka, siapa mereka, selama ia bisa membantu orang-orang yang
kehilangan asa, ia merasa telah membantu Yesus dalam penyamaran-Nya yang
menyedihkan.
Buku ini bercerita tentang jalan sederhana
Bunda Teresa, dimana jalan sederhana tersebut sangatlah mudah dipahami dan bisa
diterapkan oleh agama dan keyakinan apapun karena sangat relevan dengan
kegiatan spiritual manusia. Jalan sederhana tak perlu dipersulit, untuk menjadi
orang yang bermanfaat tak butuh hal kompleks untuk melakukannya. Cukup melakukan
hal-hal mudah, dimulai dari keheningan kita dapat menghayati setiap perbuatan
kita terhadap manusia.
Ada 6 jalan sederhana yang selalu diutarakan oleh Bunda Teresa, yakni Keheningan, Doa, Cinta, Pelayanan, dan Damai. Dimana tiap tahapannya memiliki alur yang sistematis dan berpengaruh satu sama lain. Buah keheningan, menciptakan doa, buah doa menciptakan iman, buah iman menciptakan cinta, buah cinta menciptakan pelayanan, dan buah pelayanan menciptakan damai. Ada berbagai macam makna yang bijak yang dapat kita pelajari dari jalan sederhana tersebut, seperti Doa, jika saja perumpaan perjalanan itu seperti hidup dibumi sedang untuk sampai pada perjalanan tersebut kita membutuhkan kendaraan dan bahan bakar, maka Doalah bahan bakar yang dibutuhkan ketika kita berada di bumi, doa harus terus dirapal agar kita tidak kehilangan harapan selama hidup.
Ada juga kisah tentang definisi cinta dari bunda Teresa, begitu
banyak orang yang memberikan uang kepada pengemis, anak yatim, tapi bukanlah
cinta yang mereka berikan. Ketika bunda Teresa beserta suster dan bruder
lainnya memberikan pertolongan, ia turut mengusap kepalanya, memegang tangannya
hingga pengemis tersebut bergeming seraya berkata, ini adalah tangan terlembut yang
pernah kurasakan selama hidup. Kita lupa bahwa banyak bentuk cinta yang bisa kita
berikan, seperti waktu, berada bersama mereka, berbicara, menggenggam tangan
mereka, mengusap kepala dan wajah mereka, dan yang lainnya terlihat kecil namun
berefek sangat besar terhadap mereka. Kita menerima hal yang lebih besar dari
apa yang kita berikan dalam memberikan kasih sayang. Maka setelah semua hal tersampaikan
mereka akan kembali menemukan jalan hidupnya dan merasa damai.
Pernah suatu ketika Bunda Teresa ditanya, apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu? Berapa banyak orang miskin yang ada di India yang tetap miskin disana? Apa perbedaan pekerjaanmu dengan dengan organisasi bansos lainnya? Ia menjawab mungkin bagi sebagian orang mengira ketimbang memberi seseorang ikan, lebih baik mengajari mereka untuk menangkap ikan agar ia bisa makan tiap hari. Namun, di rumah Misionaris Cinta Kasih banyak sekali orang yang bahkan memegang pancing pun ia tak sanggup, bahkan berdiri untuk memegang pancing pun tak sanggup, maka biarlah ia melakukan tugasnya sendiri, memberi kasih sayang selagi masih sempat, dan diluar itu biarkan orang lain, organisasi lain melakukan tugasnya sendiri untuk melengkapi sisanya.
Di rumah Misionaris Cinta Kasih banyak orang yang
sembuh dari berbagai penyakit, salah satunya kusta, lalu setelah itu mereka diberi Pendidikan dan melanjutkan karir diluar, dan ketika sudah sukses mereka berkunjung kembali ke Calcutta sebagai rasa terima kasih, namun ada yang
penyakitnya tak bisa sembuh dan kehilangan semangat kehidupan, maka ia memberikan
nya kehidupan, kasih sayang, dan pekerjaan semampunya untuk orang-orang yang kurang
beruntung dan memberi semangat untuk melanjutkan kehidupan mereka lagi
kedepannya. Ia menuturkan bahwa segala kebaikan kita mungkin hanyalah
mengurangi setetes dari total air yang ada di samudera, namun sekecil apapun
tetesannya kita telah membantu dunia untuk menghilangkan kesengsaraan yang
tertimpa terhadap manusia. Perbuatan Bunda Teresa seperti riak-riak yang timbul
pada permukaan air ketika dilempar bongkahan batu, akan menyebar dan
menginspirasi untuk orang-orang disekitarnya.
Untuk menghormati dan menyayangi orang
miskin, para suster dan bruder harus mengucapkan kaul kemiskinan, karena dengan
tidak lebih kaya dari yang miskin maka orang miskin dapat merasakan kehangatan
yang lebih, cinta yang lebih. Yesus pun dalam penyamarannya bertahun-tahun seperti itu, begitu banyak kaul yang harus diucapkan para suster dan salah satunya kaul perkawinan yang semata-mata cintanya seorang hanyalah untuk Yesus. Menjadi tidak lebih kaya dari yang termiskin merupakan perbuatan yang baik dan hal tersebut berbeda dengan kaum stoik yang
pasrah dan menerima keadaan mereka apa adanya tanpa keinginan lebih di dalam dirinya. Kita harusnya melepaskan diri kita,
memberikan segalanya sehingga tidak ada yang bisa kita sisakan lagi untuk
diberikan maka kita akan berada di dalam tahap ikhlas yang tertinggi dalam
memberikan kasih sayang dan berbuat baik. Melayani orang miskin sama saja
membantu Yesus menghilangkan penderitaan di Bumi, sebagaimana dalam Al Kitab “Apa
saja yang kamu lakukan bagi yang paling kecil dari saudara-saudara-Ku, maka
kamu melakukannya untuk-Ku”
Dalam berbagai narasi dan perkataannya selama masih hidup, banyak sekali kesamaan yang terdapat antara Islam dan Kristen, mungkin inilah sebab dari banyaknya juga donator muslim yang menyumbangkan dana nya untuk disalurkan melalui Bunda Teresa, contohnya saja ayat yang paling mirip diantara keduanya adalah bahwa kita harus melakukan yang terbaik untuk sesama manusia, karena semua yang ada di dunia ini bersumber dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Buku ini diperuntukkan untuk orang-orang yang masih memiliki hati dalam dirinya, tak
peduli apapun agama mereka.
Saya belajar banyak dari buku ini, banyak
pengetahuan yang selama ini saya dapatkan baik tentang kristiani, jalan hidup,
pergerakan Bunda hingga ia wafat, perjuangannya yang diwarisi beberapa manusia baik di bumi ini, bahkan pengikut dari Bunda Teresa
hingga saat ini ada yang membantu rakyat Palestina yang terluka dan sakit karena ulah
dari Yahudi, hingga saat ini. Untuk berbuat baik, kita memandang manusia sebagai makhluk yang
lemah yang membutuhkan pertolongan. Pengetahuan orang Kristen bahwa mereka
hendaknya tidak malu untuk mencintai Yesus dengan emosi mereka, Ayat “Apa saja
yang kamu lakukan bagi yang paling kecil dari saudara-saudara-Ku, maka kamu
melakukannya untuk-Ku” menjadi motivasi utama mereka untuk selalu berbuat baik,
bagaimanapun kondisi suster, bruder dan Bunda Teresa. Mereka selalu
menghaturkan doa sebagai bahan bakar utama mereka.
Lakukanlah perbuatan baik, karena kebaikan
pasti akan dibalas dengan kebaikan. Tak peduli apa latar belakang mereka, pada
intinya kita hanya harus jadi manusia, tugas kita memberi kasih sayang bagi yang
membutuhkan, bukan malah menghakimi seseorang sedangkan Yesus pun tak pernah
menghardik dan mengkafirkan seseorang. Akhir kata, buku tersebut lumayan bagus
untuk dibaca, relate buat agama apapun, sebagaimana Bunda Teresa menghormati
tiap kepercayaan dan orang-orang yang meninggal pun ia makamkan sesuai tradisi
dan kepercayaan yang dianut orang tersebut. Begitu banyak hal yang baik di dalam
buku tersebut, ada pula kesan pesan relawan yang pernah bekerja di Calcutta
yang tidak bisa saya ulas satu per satu, makna kebaikan, makna jalan hidup dan
yang lainnya, Untuk rating dari buku tersebut saya berikan 3/5, terkait begitu
banyak yang pengetahuan yang bisa terapkan dan kisah menarik dan inspirasi Bunda
Teresa.
Sekian
dari saya,
Salam
Goresan Amatir
Makassar,
23 Juni 2021
AKR






0 komentar:
Posting Komentar