GORESAN SEORANG AMATIR

Temukan harmoni dalam dirimu

Semakin tumbuh umurnya seseorang, maka rasa ingin tahunya mulai berkurang.

Mengetahui lebih jauh tentang Entrepreneur Thinking

Cara menjadi entrepreneur adalah dengan menggunakan prinsip "be like monkey"

Perbanyaklah ilmu, kelak itu semua akan menolongmu

Segala disiplin ilmu yang ada di dunia pasti akan bermuara ke kondisi khusus

Jangan mudah putus asa

Bila dirimu lelah, ambil wudhu, lalu sholat lah. kapan lagi berbisik ke bumi tapi didengar oleh langit

Mengenal lebih jauh tentang penulis

Alief Karunia, seorang yang selalu bertanya tentang kebenaran dan keberadaan. apakah eksistensi kita sudah memberi manfaat pada dunia lugu ini?

Senin, 02 Maret 2020

Review Buku - Bilang Begini Maksudnya Begitu

Bilang Begini Maksudnya Begitu
Karya : Sapardi Joko Damono

Tersering, ketika kita membaca seuntai sajak dalam buku kumpulan puisi atau antologi sastra. Masih banyak makna yang terkandung di dalamnya yang tidak kita ketahui. Apa yang tertulis dalam larik sajak belum tentu memiliki makna yang sama. Sajak selalu dipenuhi metafora, personifikasi, konvensi, simile dan majas-majas lainnya sehingga sukar bagi kita menafsirkannya, walaupun terkadang banyak yang suka karena seperti tantangan buat kita yang fakir Ilmu ini. Buku ini adalah karya Pujangga senior kita, bapak Sapardi Joko Damono, yang terkenal akan puisinya berjudul “Aku ingin mencintaimu dengan Sederhana”. Konon, puisi adalah mahkota bahasa. Namun,  sebelum kita lanjut tulisan ini, pastikan  anda sudah memiliki SIP (Surat Izin Berpuisi).

Saya tersadar bahwa apa yang tertulis di atas kertas itu akan menjadi abadi.
Saya tersadar bahwa kata yang ada bisa menjelma menjadi apa saja
Saya tersadar bahwa cerita dan puisi hampir sama
Saya tersadar bahwa berita dan cerita beda dalam keawetannya
Saya tersadar bahwa puisi itu juga bergerak mengikuti perubahan zaman
Saya menyadari, bahwa semua yang aku sadari hanyalah fiksi

Memang cocok bapak Sapardi ini menyandang gelar sebagai bapak puisi Indonesia, siapa yang tidak kenal beliau, bahkan dalam bukunya pun berkali-kali membuat saya terpukau akan gaya bahasa dan tulisannya. Seorang sastrawan ulung yang dapat disejajarkan dengan Goenawan Muhammad, Bachtiar, Chairil Anwar dan penyair lainnya.

                                                          

Di awal buku dikisahkan tentang sebuah puisi, tentang kronologi seorang pekerja yang memiliki kehidupan ironi. Dijelaskan bahwa ada perbedaan paling penting antara puisi dan berita. Keduanya memang sama-sama ditulis di atas kertas. Namun berita cenderung cepat basi dan membosankan, karena ditulis secara lugas dan singkat. Dan haram hukumnya melakukan pengulangan kata/bait dalam teks yang utuh. Sedangkan pada cerita, sajak, dan kesusastraan lainnya itu cenderung awet, karena gaya penulisannya yang semau penyair menjadikan berapa larik, kata-kata yang tak klise, dan kebanyakan kalimat yang mengandung multitafsir bahkan tidak bisa ditafsirkan.

Dalam buku terebut kita diajari berbagai macam karakteristik puisi, mulai dari sonata, syair, gurindam , balada, mantra, dongeng, dan tembang jawa. Namun, yang paling pentung dari itu semua adalah bagaimana kita memahami apa yang dimaksud oleh penyair dalam menampilkan sajaknya secara harfiah. Gerimis yang tertulis dalam sajak belum tentu berarti hujan, baja yang ditulis oleh penyair belum tentu berarti besi. Disini lah kita belajar memahami, masuk ke dalam alam pikiran seorang penyair. Bagaimana bisa penyair memiliki khayalan, pengetahuan, dan pengalaman yang begitu luas sehingga terciptanya permainan kata-kata dalam bahasa.

Sebelum berkenalan lebih dalam bersama sajak, hanya terdapat dua jenis sajak, sajak pertama ialah sajak yang memiliki makna tersirat, yang pastinya meninggalkan jejak di pikiran kita, membuat kita bertanya-tanya apa gerangan arti sajak ini? Orang gila yang bikin ini sajak hahah. Namun dibalik itu semua terdapat sebuah konvensi, ya seperti kata ambigu, yang sebagian orang tahu, bahkan orang yang tahu hanya orang yang hidup di masa lalu, jadi bahasa yang digunakan lebih arkais. Jadinya bahasa itu adalah masa kini (di masa itu), puisi dengan banyak makna tersirat itu lebih identik dengan puisi jadul atau puisi lama. Kita bisa menyebutnya dengan puisi prismatik. Mengapa disebut prismatik, karena ketika sebuah prisma dihadapkan cahaya akan membiaskan warna-warna yang baru, yang berartikan bahwa puisi tersebut bisa multitafsir sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan pembacanya.

Sajak jenis kedua adalah sajak lah sajak ang tersurat, sangat lugas dan tidak banyak pesan yang bertele -tele, kita lebih mudah memahami amanat yang ingin disampaikan penyair oleh para pembaca. Kita bisa menyebut puisi ini adalah jenis seni puisi modern, sudah sangat banyak penyair yang disukai di masa milenial kini, seperti Fiersa, Wiranagara, Mesin Ketik, Penagenic, Susyillona, Adimasnuel, Andi Gunawan, dan banyak lainnya yang sedang mencapai masa keemasannya dengan bantuan social media tentunya. Bapak Sapardi menamakan sajak modern dengan sebutan sajak transparan, karena isi dari puisinya akan terlihat dan tersampaikan langsung, tanpa banyak pengetahuan dan pengalaman kita bisa mengerti makna dan amanat yang disampaikan oleh penyair

Memang puisi itu selalu dipenuhi dengan yang tersirat dan tersurat, seperti dua buah koin. Tidak dapat dipsahkan namun dapat dibedakan. Puisi prismatik dan Puisi transparan. Bahkan setelah membaca buku ini saya merasa minder dengan apa yang telah kutulis, karena bahasa yang biasa kugunakan terlalu klise dan lebih cenderung ke arah puisi modern. Namun sebenarnya buku ini adalah buku apresiasi puisi, tidak ada sastra yang jelek, semua puisi dan bahasa akan berkembang sesuai dinamika yang ada. Namun lazimnya memang puisi lebih baik ditulis dengan bahasa yang tak klise dan memiliki multitafsir agar keindahannya tetap utuh hingga ke masa mendatang.

Akhir kata saya ingin mengutip puisi yang telah saya baca, dan lumayan menarik dan beramanat buat para pembaca blog ku. Puisi yang saya kutip ada dua, yaitu puisi transparan dan puisi prismatik. Pertama mari kita lihat sajak rumi, seorang sufi, dari zaman klasik Parsi :

Seorang Darwis mengetuk pintu
Mengeimis roti kering
Atau roti basah- apa sajalah

“ini bukan pabrik roti,” kata si empunya rumah.
“kalau begitu daging urat saja bolehlah.”
“apa rumahku ini seperti rumah jagal?”
“kalau sejumput tepung saja boleh?”
“apa kau dengar suara mesin giling tepung?”
“setetes air?”
“ini bukan sumber air, tahu!”

Apa pun yang dimintai darwis
Orang itu mengolok-oloknya
Dan tak sudi memberi apapun

Akhirnya darwis itu pun nyelonong masuk,
Membuka jubahnya, lalu jongkok
Seperti mau berak.

“hei, ngapain lu?”

“tenang, bung tempat yang kosong ini cocok untuk buang air besar,
Dan karena tak ada seorang pun yang menghuninya,
Dan juga tak ada tanda kehidupan
Ia perlu disuburkan”

Itu sepenggal sajak dari bukunya, apakah tersebut sajak lama atau modern? Sonata, prosa liris, ataukah gurindam? Apa maknanya? Silahkan menerka dengan komentar dibawah. Yang benar dapat….. rahasia

Sebenarnya masih banyaksajak menarik lainnya yang sudah diluar akal namun bisa dijelaskan oleh bapak Sapardi dengan metode perlambangan, konvensi, dan tools lainnya. Semuanya menakjubkan dan di luar nalar biasa. Dijamin anda akan menyintas waktu bersama penyair-penyair di buku tersebut. 

Mungkin itu saja dari saya, mohon maaf atas review singkat dan kurang berfaedah ini. Salam Goresan Amatir Indonesia


Makassar, 2 Maret 2020

Minggu, 02 Februari 2020

Cara menyapa pagi


Langkah pertama, sibakkan selimut sambil baca doa bangun tidur

Langkah kedua, turun dari ranjang sambil membisikkan "aku harus bangun sebelum rezeki dipatuk ayam"

Langkah ketiga, buka jendela selebar mungkin sambil teriak "SELAMAT PAGI, DUNIAAA"

Langkah keempat, rentangkan tangan sambil berucap, "akan kurangkul semua harapan yang ada depan mata"

Langkah kelima, pejamkan mata, nikmati embusan udara pagi sambil berucap, "Aaaah.... pagi yang indah. Pagi ini saya harus fit!"

jangan lakukan langkah keenam, pejamkan mata lalu mengucap "aahh, masi pagi, bobo lagi yuk"

dan jangan lupa sholat subuh yaa

Gambar hanya peAlief, eh *pemanis maksudnya



Dikutip dari buku "Lontara Rindu"
Makassar, 2 Februari 2020

Kamis, 09 Januari 2020

Takalar-Makassar

Assalamualaikum agang-agang yang mungkin sekarang memiliki nasib yg hampir serupa denganku.

Di kesempatan yang sempit ini saya hanya mau berbagi info yang mungkin suatu saat nanti kalian rasakan. Terkait moda transportasi antar daerah, yaitu takalar-gowa-makassar. Semoga kalian yang bingung dan mencari info menemukan jawaban di blog saya ini.

Mari saja kita menelusup langsung ke intinya. Bahwa buat kalian yang ingin pergi ke makassar dari takalar, anda bisa mencari pete2 di sekitar tugu jagung takalar. Disana sudah banyak pete2 yang stand by, singgah untuk menunggu kita yg akan berangkat ke Makassar. Bahkan di jalan poros takalar sekitar kantor dprd, anda juga dapat menemukan banyak pete2 yang lewat untuk pergi ke makassar. Tarifnya sendiri adalah 15.000 yang paling mahal. Jangan mau ditipu, karrna harga 15.000 lah patokan harga termahal jikalau kita turun ke kota makassar.


Terima kasih, saya hanya berbagi informasi, salam literasi

Selasa, 07 Januari 2020

LANGKAH-LANGKAH MENULIS PUISI

Langkah pertama:
Duduklah.

Langkah kedua:
Duduklah dengan tenang.

Langkah ketiga:
Duduklah dengan tenang di atas batu.

Langkah keempat:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu.

Langkah kelima:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu sambil membaca.

Langkah keenam:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu sambil membaca.
Pramoedya Ananta Toer “Hidup sungguh sederhana. Yang hebat hanya tafsirannya.”


Joko Pinurbo, 2017

Selasa, 31 Desember 2019

Puisi Tahun Baru





Puisi Tahun Baru

Diam
adalah tempat yg paling sulit untuk dicari
Senandung huru hara
Sangat mudah untuk ditemui
Hatiku kelabu
Menunggu sisa tahun yang akan jatuh
Hati terus menderu menutup buku hati yang tak diisi oleh dia yang rindu

Bersiap untuk tanggal tanggal muda  akan merekah
Yang kiranya bisa menghibur hatiku yang kian meriah

Tarian kembang api menyusuri gelap
Kelip bintang hanya sekadar pajangan
Gelap dan sunyi menjadi tempat ternyaman
Coba berhenti dan tutupi kenangan


Lorong hatiku, bersiaplah
Mari Melangkah,
Mengalah
Kan
Hal buruk yg dipasrah





Rabu, 20 November 2019

Data pendukung ujicoba user terhadap produk

bismillaah,
detik demi detik
hari demi hari
minggu demi minggu
waktu memang begitu cepat berlalu

Tidak terasa bahwa hari ini adalah 3 minggu setelah fase bootcamp. Begitu banyak ilmu dan wawasan yang disampaikan oleh kakak pemateri tentang validasi produk dan membuat prototipe yang baik. Semua ide yang lewat selama bootcamp dan pra-bootcamp sangat lah menarik, tak ada satupun dari tim kami yang kami lewatkan, yang pada akhirnya bermuara pada satu hal yaitu "ide hanyalah sebagian kecil, yang terpenting adalah aksi". Sehingga kami segenap anggota tim melakukan riset terkait prototipe dan tak lupa juga kami mengerjakan tugas ketika bootcamp kemarin yaitu lean canvas, atau pada umumnya orang-orang mengenal dengan nama business model canvas. 

Tentunya dalam membuat prototipe dibutuhkan elemen-elemen apa saja yang dibutuhkan oleh user. Sebab itu, tim kami melakukan survey kecil kecilan dalam upaya memperbaiki prototipe yang telah ada. Survey pertama kita adalah survey dengan user langsung yang bernama Adi, adi adalah seorang mahasiswa yang punya intelektual tinggi, sehingga dia merasa prototipe yang telah dibuat sudah bagus dan sederhana. Saran dari dia hanyalah melengkapi daftar sayuran di buah yang ada di dalam prototipe kami.

Survey kedua adalah pada saat pra-bootcamp yang diadakan di nipah, berbeda dengan Adi yang menyukai desain simpel, di moment ini orang-orang mengatakan prototipe kami masih terlalu sederhana, kurang menarik, dan seharusnya menambah fitur lain lagi. Setelah tahap itu kami memperbaiki desain kami dari segi warna dan penempatan teks.


Gambar.1 Desain awal

Survey ketiga adalah kami melakukan riset di whatsapp, dengan mengirimkan link prototipe ke orang terdekat dan menunggu komen mereka. Masih terdapat juga komplain pada prototipe kami yaitu : jangan menggunakan istilah pertanian yang khayalak rakyat umum tidak tahu, gunakanlah istilah  yang umum saja seperti sayur segar atau buah segar, lalu desain kurang menarik, gambar jangan seperti kayak ambil dari google, menambahkan transfer via atm juga.





















Setelah survey tersebut, kami melakukan adjustment lagi, dan memperbaiki prototipe dan produk sebisa kami. Pada akhirnya akan berpenampilan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 2 hasil evaluasi dan adjustment

Sekian bukti validasi produk dari tim sayurta, kurang lebih mohon dimaafkan. Juga, kami beru menemukan hacker pada tahap pra-Bootcamp sehinngga kita berusaha semaksimal mungkin untuk produk kami. our beloved para juri, terima kasih.

mari sebarkan virus literasi

Makassar, 20 November 2019

Jumat, 08 November 2019

Review Buku Catatan Seorang Guru

Selamat pagi dan salam sejahtera buat penghuni blog ini

Buku yang akan saya review kali ini mungkin lebih bersifat tendensius, karena saya sendiri kenal dan pernah berinteraksi langsung dengan penulis bukunya hehe, mari kita mulai

Setiap guru memiliki cara mengajarnya masing-masing agar tetap diingat  oleh anak didiknya. Tak terkecuali Ustad Andriono, satu hal yang saya suka dari beliau adalah kekonsistenan-nya dalam mengajar, dimana beliau selalu menyelipkan kisah-kisah inspiratif mulai dari budaya lokal maupun luar negeri. Mungkin beliau bisa memiliki banyak wawasan dan pengetahuan karena sangat sering membaca dan berkunjung ke luar negeri (Negeri Paman Sam&Sungai Han) sehingga memiliki perspektif yang luas tentang dunia ini. Bagiku beliau bukan cuman guru bahasa Inggris, melainkan juga guru kehidupan.

Foto bersama Ustad Andriono di Pantai Losari, Makassar

Sesuai judul bukunya "Catatan Seorang Guru Indonesia" karya Mr. Andriono Kurniawan, ialah berisi hampir 80% tentang pengalaman hidup beliau, mulai dari persepsi nya bagaimana seorang guru mengajar, tentang akidah dan islam, tentang pengalaman lucu dan uniknya di mancanegara beserta budayanya, tentang ulama, tentang hukum, tentang keadilan, tentang DPR, tentang perjuangan, tentang bangsa ini, dan masih banyak lagi catatan beliau yang nikmat untuk dibaca. tak lupa juga setiap cerita terkadang diselingi nasehat dan kisah-kisah mulai dari Alexander Fleming, menanam rumput, hingga Umar Bin Khattab yang semuanya adalah kisah nyata. 

Saya merasa diajar lagi walau berada di tempat yang berbeda dalam waktu yang sama, wawasan saya lebih terbuka dan ter-animo untuk berbuat baik, yang bermanfaat untuk orang sekitar. Sekiranya banyak hal yang bisa ditangkap dan dijadikan pelajaran untuk para pembaca bukunya. Kita dapat melihat sudut pandang yang luas terkait negeri dan bangsa ini, betapa dirugikannya umat muslim terkait keputusan MK di periode sebelumnya. Apa kebijakan terbaik yang harus kita ambil sebagai muslim Indonesia.

Teringat dengan salah satu komentar di buku ini yang mengatakan, hati-hatilah dalam membaca karya beliau, sebab banyak magis dalam serangkaian kata, hati-hatilah dalam membaca, sebab sekali membaca tidak mau rasanya menunda-nunda. Ya, itu sangat betul adanya dan saya hanya membutuhkan 3 hari untuk menamatkan buku sebanyak 273 halaman tersebut, banyak hikmah yang dapat diambil, bagaimana kita menjadi muslim yang baik. saya ingat perkataan Ustad di waktu itu, bahwa setidaknya akan ada 4 buku  lagi karangan ustad sebelum tutup usia, dan saya pasti akan menantikan hal tersebut.

"Hati-hati dengan hatimu, karena itu akan menjadi tindakanmu. Hati-hati dengan tindakanmu, karena itu kan menjadi kebiasaanmu. Hati-hati dengan kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu. Hati-hati dengan karaktermu, karena itu kan jadi masa depanmu" the best quote in this book so far. Tetap semangat dan terus menginspirasi, Ustad Andri.

Makassar, 9 November 2019